Home / Tak Berkategori

Kemenag Sumbar Dorong Penerapan Pendidikan Budi Pekerti

- Jurnalis

Senin, 23 Mei 2011 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Wilayah Kementrian Agama Sumatera Barat terus mendorong madrasah untuk menerapkan kurikulum budi pekerti tidak sebatas pendidikan formal namun lebih aplikatif ke kehidupan sehari-hari. <p style="text-align: justify;">Kantor Wilayah Kementrian Agama Sumatera Barat terus mendorong madrasah untuk menerapkan kurikulum budi pekerti tidak sebatas pendidikan formal namun lebih aplikatif ke kehidupan sehari-hari.<br /><br />Kepala Bidang Hukum Masyarakat dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Sumbar M Rifki di Padang, Senin mengatakan, dalam pelajaran keagamaan di madrasah terapan ilmu pendidikan budi pekerti sudah mencapai 75 persen.<br /><br />"Secara umum pendidikan budi pekerti telah lama diterapkan pada pelajaran di madrasah namun belum seutuhnya dapat diterapkan oleh siswa dalam keseharian," katanya.<br /><br />Hal ini, menurutnya, tercermin dari masih rendahnya kepedulian siswa madrasah terhadap aktivitas keagamaan di lingkungan masyarakat, utamanya di rumah ibadah.<br /><br />Saat ini, kegiatan keagamaan di Masjid atau Mushalla lebih banyak diramaikan oleh anak didik setingkat sekolah dasar saja, sementara untuk siswa tingkat menengah masih belum signifikan.<br /><br />Ia mengatakan, hanya ada pada beberapa kabupaten/kota saja di Sumbar yang menggiatkan kegiatan dengan melibatkan aktivitas keremajaan di rumah ibadah seperti wirid remaja di Kota Padang yang dijadikan salah satu penilaian dalam rapor di sekolah.<br /><br />Mendorong implementasi dari pendidikan berkarakter itu, katanya, tidak bisa dilepaskan dari sisi mental spiritual generasi muda. Sementara itu kebijakan daerah yang mendorong terciptanya kegiatan bersifat mental spiritual masih terbilang minim.<br /><br />Sedangkan jika dilihat dari segi penerapan di lingkungan, siswa ataupun generasi muda dengan tingkat pendidikan budi pekerti lebih baik cenderung peduli terhadap kondisi sosial lingkungannya.<br /><br />Selain itu, lanjutnya, Kanwil Kemenag Sumbar sangat setuju jika pendidikan Pancasila kembali diterapkan pada kurikulum pendidikan nasional, baik di sekolah reguler maupun di madrasah.<br /><br />Pendidikan Pancasila penting diterapkan kembali ke dalam kurikulum karena berkaitan erat dengan nilai-nilai kebangsaan, katanya.<br /><br />"Yang paling penting pendidikan Pancasila yang diajarkan itu benar-benar murni mengajarkan nilai-nilai kebangsaan sehingga melahirkan sebuah pemahamanan menyeluruh akan kebangsaan oleh peserta didik," katanya.(Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru