Meski berlogokan pohon karet dan buah tengkawang di Lambang Kabupaten Sekadau. Namun, sepertinya kelapa sawit lebih mendominasi di seantero “Bumi Lawangkuariâ€Â. Hal ini disebapkan hampir di tujuh kecamtan yang ada tidak luput dari perusahaan perkebunan buah penghasil CPO ini (sawit). <p style="text-align: justify;">Dilihat dari segi perekonomian, harus pula diakui jika komoditi ini telah pula mengdongkrak pertumbuhan ekonomi secara umum. Namun multi efek dari menjamurnya perkebunan kelapa sawit ini juga terkadang muncul permasalah sosial yang membuat masyarakat dan petani dirugikan.<br /><br />Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Sekadau Nobertus memberikan suatu alternatif bagi petani yang ingin mengembangkan perkebunan kelapa sawit dengan membuat perkebunan kelapa sawit secara pribadi tanpa adanya hubungan dengan pihak investror.<br /><br />“Menanam sawit di kebun pribadi, petani dapat mengurus dan mengelola sendiri sawit tersebut. Termasuk kemana akan menjual hasil panen. Dengan demikian pula petani bebas dari berbagai kewajiban seperti kredit yang diberikan perusahaan,” ungkap Nobertus.<br /><br />Tokoh masyarakat Desa Sungai Bala ini mengungkapkan secara tehnis pada dasarnay tidak sulit jika ada kemauan memulai menanam sawit pribadi.<br /><br />Terlebih masyarakat di kampung-kampung yang memiliki tanah warisan yang cukup luas. yang dibutuhkan hanyalah modal awal untuk membeli bibit dan pupuk serta perawatan berkala.<br /><br />“Kalau menanam tentunya harus di rawat dan di pupuk biar cepat besar dan berbuah,”tukas Nober.<br /><br />Namun dibandingkanya apa bila masuyarakat atau petani menyerahkan lahan untuk di kelola pihak investor (perusahaan) diaktakan Nober berbagai persyaratan maupun kesepakatan terkadang merugikan pihak petani dan menimbulkan berbagai permasalahan di kemudian hari.<br /><br />Sebut saja yang sering terjadi dimasyarakat petani kelapa sawit seperti terjadinya pemagaran lahan akibat penerapan pola kemitraan yang tidak sesuai, permasalahan akan karyawan dan tenaga kerja serta permaslahan lainya.<br /><br />Dibeberapa desa dan dusun daerah pemilihanya (Nober) ditemukan beberapa persolan yang dihadapi para petani lokal untuk dapat mengembangkan dan memulai usaha perkebunan sawit pribadi diataranya adalah permodalan untuk membeli bibit dan pupuk.<br /><br />“ Saya sarankan kalau tidak punya modal bisa kredit di bank atau Credit Uunion, soal bibit tidak sulit diperoleh apabila ada keinginan pasti ada jalan,” ungkapnya. <strong>(phs)</strong></p>














