Keramba Jaring Apung Andalan Produksi Perikanan Banjar

oleh
oleh

Budidaya perikanan menggunakan sistem keramba jaring apung menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan produksi perikanan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. <p style="text-align: justify;">Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Nasrun Syah didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Banjar Nanang Effendi pada jumpa pers di Martapura, Selasa (22/02/2011). <br /><br />"Pengembangan keramba jaring apung diarahkan pada wilayah kecamatan yang memiliki potensi berupa sungai dan perairan dangkal sehingga mampu menjadi salah satu andalan produksi perikanan," ujar sekda. <br /><br />Jumlah keramba jaring apung yang dikembangkan di kabupaten itu mencapai 2.000 unit tersebar di Kecamatan Karang Intan dan Aranio yang memiliki potensi sungai dan perairan dangkal. <br /><br />"Produksi perikanan menggunakan sistem keramba jaring apung di dua kecamatan itu mampu menghasilkan 10,4 ton sehingga cukup mendongkrak produksi perikanan secara keseluruhan," ujar Nanang. <br /><br />Sementara itu, data produksi perikanan 2010 yang berhasil direalisasikan Dinas Perikanan dan Kelautan menurut jenis budidaya baik tambak, kolam, keramba dan jaring apung mampu memaksimalkan produksi perikanan. <br /><br />Total produksi budidaya perikanan yang dicapai sebesar 32.720,40 ton yang disumbang pembudidaya tambak sebanyak 31,40 ton, kolam 24.962 ton, keramba 4.695,40 ton dan jaring apung 3.031,60 ton. <br /><br />Produksi budidaya perikanan menurut komoditas per kecamatan paling besar disumbang Kecamatan Martapura sebesar 14.023,10 ton baik jenis ikan patin, nila, mas dan jenis ikan lainnya. <br /><br />Penyumbang terbesar kedua adalah Kecamatan Karang Intan 8.136,40 ton dan Kecamatan Martapura Barat dengan produksi 6.784,40 ton. <br /><br />Ditambahkan Sekda, pihaknya terus berupaya meningkatkan produksi perikanan dengan memaksimalkan potensi perairan yang dimiliki baik menggunakan sistem tambak, kolam maupu keramba jaring apung. <br /><br />"Potensi perikanan merupakan penopang terbesar perekonomian Kabupaten Banjar dengan persentase mencapai 23,86 persen sehingga ke depan seluruh potensi akan dikembangkan demi peningkatan produksi," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>