SINTANG,KN—Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny menemui langsung masa aksi damai solidaritas masyarakat kampong seberang yang menuntut janji pada pemerintah.
Ronny tidak sendiri. Dari pimpinan DPRD Sintang, juga ada Wakil Ketua Heri Jambri. Sementara dari pemerintah ada Bupati Sintang, Jarot Winarno didampingi Wakil Bupati Sintang, Melkianus.
Aksi yang digelar di Pertigaan Jembatan Kapuas, Sabtu 29 Oktober 2023 itu merupakan aksi warga yang tergabung dalam solidaritas warga kampong seberang jilid 2 ini merupakan lanjutan dari tuntutan yang mereka sampaikan tahun lalu kepada pemerintah Kabupaten Sintang.
Ada tiga point tuntutan warga, antara lain: Peningkatan jalan mensiku sampai arah ke Keraton Al-Mukarramah Sintang; Perbaikan jembatan Sungai Pembunoh dan peningkatan jalan Laksamana Diva.
Menurut Ronny, pemerintah dan DPRD sudah mengakomodir aspirasi masyarakat dengan mengalokasikan anggaran perbaikan jalan Mensiku Jaya dalam APBD tahun 2024 mendatang.
“Sebelum ada aksi ini, pemerintah melalui PU sudah mengusulkan tuntutan masyarakat tahun lalu. Sudah dibahas oleh DPRD dan tadi malam sudah disetujui . Artinya tuntutan bapak ibu tahun lalu yang disampikan ke wakil bupati dan wakil ketua DPRD sudah diproses dan dibahas. Tadi malam kita setujui 3 november kita akan ketuk palu paripurna persetujuan APBD 2024,” jelas Ronny.
DPRD bersama pemerintah kata Ronny, sudah mengakomodir tuntutan warga yang belum terakomodir saat demo tahun 2022. Hanya saja, tahun 2023 belum bisa dilaksanakan. Namun sudah dibahas bersama dan disetuji untuk dianggarkan pada tahun 2024.
“Ndak diragukan lagi, sudah pasti 2024 dikerjakan. Ndak mungkin saya ngomong sembarangan kalau ini belum dibahas. Kenapa tidak bisa tahun 2023, karena mata anggaran di tahun 2024. Mengenai Jembatan sungai pembunuh akan dilaksanakan tahun 2023 ini, dibulan November. Intinya kami yang bisa sampaikan sesuai tupoksi kita telah menyetujui. Anggaran tahun 202,” ujar Ronny.













