Kluster Goews dan BPN Masih Mendominasi Kasus Konfirmasi Positif Covid-19

oleh
Kapala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh

SINTANG, KN – Kasus konfirmasi baru Covid-19 di Kabupaten Sintang, terus melonjak. Kluster gowes dan (Badan Pertanahan Nasional (BPN) masih mendominasi.

Jika pada Jumat pekan lalu diumumkan ada 94 kasus konfirmasi dari dua kluster di atas. Data terbaru per tanggal 30 Maret, total kasus konfirmasi baru mencapai 131 kasus per minggu.

“Trend kasus mingguan, penambahan kasus per minggu kasus baru, 94 awalnya, hari jumat. Bertambah menjadi 131 kasus dalam minggu lalu. Ini adalah rekor tertinggi kita menanganai kasus covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh saat rapat satgas di balai praja kantor bupati sintang, Selasa 30 Maret 2021.

Trend kenaikan kasus konfirmasi baru masih didomonasi dari kluster gowes dan BPN.

Sinto menyebut, saat ini kluster gowes hampir mencapai 50 orang. Sementara, kluster BPN bertambah satu kasus dari 18 menjadi 19 kasus konfirmasi.

“Gowes awalnya hanya 2-3 orang yang positif, sampai kemarin hampir 50 orang. Menularkan ke anaknya, keluarganya, main ke rumah tetangga, ikut arisan, ibu-ibu arisan kena,” paparnya.

“Begitu pula cluster bpn, dari satu orang anak, demam masuk kerja, sampai sekarang sekitar 19 orang. Peningkatan kasus luar biasa. Sekarang ada 135 orang kita rawat,” ungkap Sinto.

Sinto menilai, peningkatan kasus konfirmasi positif corona di Kabupaten Sintang, karena masyarakat kendor dalam penerapan protokol kesehatan. Menurutnya, satgas harus lebih tegas dalam menertibkan pelanggar protokol kesehatan.

“Sebenanrya ini masyarakat sudah kendor dalam protokol kesehatan, masyarakat sudah bosan dan capek, kasus naik lagi. Satgas harus lebih terintegrasi, penindakan pelanggar protokol kesehatan harus lebih tegas lagi, termasuk protokol pemakaman yang dicurigai covid,” ujarnya.

“Kemudian protokol isolasi mandiri pada pasien, termasuk pemberian izin untuk kegiatan yang sifatnya bukan kegiatan yang sangat penting. ASN yang mau keluar harus lebih diseleksi,” pintanya. (9s)