Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pontianak menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara 2011 di Gedung Pertemuan Kantor Kecamatan Pontianak Timur, Sabtu (21/5) malam, untuk mengajak masyarakat mengubah penderitaan menjadi tekad dan tindakan yang membawa perubahan. <p style="text-align: justify;">Sekretaris Eksekutif KPA Kota Pontianak, Padmi J Chendramidi di Pontianak, Jumat mengatakan, Malam Renungan AIDS Nusantara merupakan kegiatan kemasyarakatan yang diselenggarakan setiap tahun secara serentak di seluruh dunia.<br /><br />"Acara ini biasanya diadakan pada pekan ketiga Mei. Acara di Pontianak kali ini akan dihadiri Wali Kota, Sutarmidji," katanya.<br /><br />Menurut dia, acara tersebut sudah dimulai di seluruh dunia sejak 1983 dan untuk Indonesia sejak 1991. Namun baru pada tahun 1996 penyelenggaraan Malam Renungan AIDS Nusantara menjadi meluas hampir seluruh provinsi di Indonesia.<br /><br />Renungan AIDS bertujuan menyatukan semua orang untuk memikirkan dan merenungkan epidemi AIDS yang sudah banyak mengambil nyawa manusia di dunia.<br /><br />Kegiatan non politis tersebut berupaya mengajak semua orang untuk sementara waktu melupakan kesibukan dan melakukan renungan AIDS.<br /><br />Dia mengatakan, KPA Kota Pontianak mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada orang dengan HIV/AIDS (Odha) dan orang yang hidup dengan HIV/AIDS (Ohidha).<br /><br />Malam Renungan AIDS tahun ini, mengangkat tema "Touching Lifes" atau Menyentuh Kehidupan. "Tema tersebut merupakan tema yang diusung secara internasional untuk kembali mengingatkan kita agar peduli kepada sesama terutama kepada Odha dan keluarga (Ohidha)," katanya.<br /><br />Melalui Malam Renungan AIDS, masyarakat diajak mengambil langkah-langkah penanggulangan. Dengan momen tersebut, masyarakat Kota Pontianak diharapkan bisa mengubah penderitaan menjadi tekad dan tindakan yang membawa perubahan.<br /><br />Menurut dia, penanggulangan AIDS menjadi tanggung jawab bersama karena HIV dan AIDS telah menyentuh tatanan kehidupan seluruh masyarakat.<br /><br />Menurut data KPA Kota Pontianak, sampai dengan Maret 2011 jumlah orang yang terinfeksi HIV di kota tersebut sudah mencapai 1.488 orang dengan kasus AIDS mencapai 966 orang dan yang telah meninggal mencapai 124 orang.<br /><br />"Mengingat fenomena gunung es, saat ini diperkirakan masih banyak anggota masyarakat yang belum terdata. Salah satunya akibat ketidakpedulian untuk mengetahui status kesehatan dan tidak mau melakukan tes secara sukarela di VCT yang sudah tersedia hampir di seluruh layanan kesehatan di Pontianak," katanya.<br /><br />Menurut dia, sikap tersebut tentu saja sangat merugikan mengingat mereka bisa menulari orang lain. "Bagaimana dengan mereka yang tidak sadar bahwa di dalam tubuhnya sudah terinfeksi virus HIV," katanya.<br /><br />Mereka, sewaktu-waktu bisa saja menularkan virus tersebut kepada orang lain. "Sangat dibutuhkan sikap setia terhadap pasangan masing-masing, karena penularan paling rentan dan banyak terjadi melalui hubungan seks dengan gonta ganti pasangan tanpa menggunakan kondom dan juga penggunaan alat suntik secara bergantian oleh para pecandu narkoba suntik," katanya.<br /><br />Dia menambahkan, upaya mengatasi epidemi HIV dan AIDS di Kota Pontianak hanya akan berhasil bila pemerintah, masyarakat, LSM, media massa, tokoh-tokoh agama, dan tokoh masyarakat mempunyai komitmen yang tinggi bersama-sama melaksanakan upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Pontianak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>











