Kubu Raya Bantu Kurangi Impor Beras Indonesia

oleh

Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rusman Ali mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mewujudkan kemandirian pangan di kabupaten itu sebagai upaya membantu pemerintah mengurangi impor beras dari luar. <p style="text-align: justify;">"Melalui kemandirian pangan, Indonesia setidaknya bisa mengerem impor pangan yang menghabiskan anggaran negara. Itu juga bisa sekaligus menghapuskan kebergantungan pada pangan dari negara lain," kata Rusman Ali saat membuka Rakor Ketahanan Pangan Kubu Raya di Sungai Raya, Rabu.<br /><br />Dia mengatakan, jika setiap daerah yang ada di Indonesia bisa meningkatkan produktivitas pangan dalam didaerah, tentu kedepan hal itu bisa menjadikan Indonesia sebagai negara produsen dan eksportir pangan global.<br /><br />"Namun, tidak bisa dipungkiri, bahwa kebutuhan pangan saat ini terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Semakin tahun beban untuk memenuhi kebutuhan pangan semakin berat karena laju pertumbuhan penduduk jauh lebih tinggi daripada kemampuan meningkatkan produksi pangan," tuturnya.<br /><br />Disamping itu, kondisi iklim yang kurang mendukung baik yang disebabkan oleh perubahan iklim alami maupun kerusakan yang disebabkan oleh manusia.<br /><br />"Saat ini ada semacam krisis pangan dunia. Untuk itu Kubu Raya terus berupaya menyiapkan cadangan pangan bagi masyarakat," katanya.<br /><br />Untuk membangun ketahanan pangan Kubu Raya perlu melakukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dan sinergi lintas sektoral untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat dan daerah.<br /><br />"Jika hal tersebut dapat dilaksanakan maka cita-cita Kubu Raya menjadi daerah yang mandiri pangan dapat tercapai. Terlebih, dengan sumber daya alam yang besar serta didukung oleh sumber daya manusia yang banyak, Indonesia diyakini mampu mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian pangan nasional," katanya.<br /><br />Rusman Ali menambahkan, ketahanan pangan merupakan suatu kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau. (das/ant)</p>