SINTANG, KN – Dalam mengatasi bencana banjir, pemerintah sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah antisipasi yang tertuang di dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 6 tentang tujuh persen lahan sawit wajib ada hutannya.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny. Bahwa Pergub tersebut baru-baru ini sudah disosialisasikan.
“Pergub ini baru kita sosialsasi beberapa waktu lalu di Hotel My Home. Tentu ini juga merupakan salah satu langkah kecil, bagaimana untuk mengembalikan kondisi hutan sehingga serapan air itu kembali baik,” ujar Florensius Ronny kemarin.
Maka dari itu, Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini menekankan, agar perusahaan sawit dapat mengikuti perintah yang telah ditetapkan tersebut. Sehingga upaya yang diharapkan untuk mengembalikan kondisi hutan dapat terwujud.
“Tentu itu yang kita harapkan bersama, karena kondisi hutan kita memang tak lagi seperti dulu,” terang politis muda ini.
Disinggung apakah bencana banjir ini salah satu penyebabnya dikarenakan faktor lingkungang, Ronny mengatakan bahwa dirinya tidak bisa bilang tidak. Karena memang tak bisa dipungkiri bahwa kondisi hutan di kabupaten berjuluk Bumi Senentang ini tidak sama lagi seperti beberapa puluh tahun yang lalu.
“Memang tak bisa kita pungkiri, hutan kita tak sama lagi seperti beberapa puluh tahun lalu, tapikan di sana ada sebab faktor ekonominya juga, artinya kita tidak bisa sepihak menyalahkan hutan kita rusak, karena hal itu juga mengangkat ekonomi masyarakat,” katanya.
Namun yang pasti jelas Ronny, memang sudah harus dipikirkan bagaimana untuk memperbaiki hutan itu kembali, harus ada penelitian yang besar dilakukan. “Kita juga harus akui curah hujan bebrapa tahun belakangan ini ekstrim dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.
Bukan hanya Kabupaten Sintang, namun tensi hujan yang ekstrim ini melanda daerah lain juga. “Mungkin dulu tidak seekstrim ini, kalau ini kita lihat satu tahun full tidak ada kemarau, artinya selalu curah hujan kalau pun tidak tinggi ya sedang,” tutupnya. (pul)














