Home / Tak Berkategori

Mahasiswa IPB Kembangkan Ecomonopoly Permainan Berbasis Lingkungan

- Jurnalis

Kamis, 5 Mei 2011 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ecomonopoly sebuah permainan edukatif dan ramah lingkungan berhasil dimodifikasi dan dikembangkan oleh Annisa Hasanah, Mahasiswa jurusan Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB). <p style="text-align: justify;">Ecomonopoly sebuah permainan edukatif dan ramah lingkungan berhasil dimodifikasi dan dikembangkan oleh Annisa Hasanah, Mahasiswa jurusan Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB).<br /><br />"Ecomonopoly ini adalah permainan edukatif berbasis lingkungan," katanya saat ditemui pada acara coffie morning di Kampus IPB Baranangsiang, Kamis.<br /><br />Dijelaskannya, Ecomonopoly merupakan permainan hasil modifikasi dari permianan Monopoly biasa yang sudah dikenal oleh anak-anak, namun pendekatan yang diambil berbasis lingkungan hidup.<br /><br />Dimana sebagian material yang digunakan dalam permainan tersebut berasal dari barang bekas atau daur ulang seperti dadu dari kayu bekas, uang-uangan dibuat dari kertas bekas, dan pion terbuat dari daur ulang kertas.<br /><br />Proses pembuatan game-board Ecomonopoly dimulai sejak 2009. Cara bermain Ecomonopoly hampir sama dengan Monopoly hanya saja kontennya berbeda.<br /><br />Konten Ecomonopoly berisi tentang lingkungan, seperti keanekaragaman hayati, taman nasional, jejak karbon dan arsitektur lanskap.<br /><br />Cara bermain EcoMonopoly cukup sama dengan bermain Monopoly biasa, namun pemain dipacu untuk mengatur uang untuk melakukan jual-beli kawasan yang ramah lingkungan, seperti pepohonan, area ekowisata, perusahaan daur ulang, dan lain-lain.<br /><br />Selain itu, kartu Kesempatan, dan Dana Umum, yang terdapat di Monopoly diubah menjadi kartu Hijaukan, dan Panas.<br /><br />"Ketika pemain mendapat kartu Hijaukan akan mendapat bonus karena bersikap ramah lingkungan, tetapi jika pemain mendapat kartu Panas maka akan mendapat denda karena berperilaku tidak ramah lingkungan," katanya.<br /><br />Selain itu, lanjut Annisa, disetiap kartu terdapat kolom "Tahukah kamu". Kolom ini berisi tentang fakta-fakta lingkungan yang ada di Indonesia atau tips untuk hidup ramah lingkungan.<br /><br />Kata-kata mutiara bertema lingkungan juga berada di setiap nominal uang-uangan.<br /><br />Annisa menyebutkan, latar belakang ia menciptakan permainan tersebut adalah karena masih kurangnya permainan untuk menyampaikan pendidikan lingkungan di Indonesia khususnya bagi anak-anak.<br /><br />"Saya juga melihat kesadaran masyarakat masih kurang dalam memperlakukan lingkungan, sehingga pendidikan usia dini sangat diperlukan untuk membentuk mind-set yang ramah lingkungan di masa depan," katanya.<br /><br />Anisa mengatakan, permainan tersebut telah dijalankan dibeberapa sekolah dan lokasi diantaranya SDN Babakan 01 Dramaga, SDN Babakan 03 Dramaga Bogor, dan anak-anak SD di Desa Rembul Tegal, Jawa Barat "Kami juga sudah memiliki komunitas yang diberinama Ecofun Community yang jumlah anggotanya masih kecil sekitar 120 orang," katanya.<br /><br />Annisa menambahkan, dalam Ecomonopoly tersebut yang menjadi juara adalah yang bisa menghabiskan uang koin yang dijadikan sebagai karbon.<br /><br />"Siapa yang uang koinnya habis dialah pemenangnya. Karena uang ini disimbolkan sebagai karbon, semakin banyak karbon mereka pegang maka semakin jelek pola hidupnya," kata Annisa.<br /><br />Selain itu, kata Annisa kegiatan ini tidak hanya sekedar bermain saja, namun dilengkapi dengan kegiatan yang lebih real action terhadap lingkungan, seperti pesta daur ulang kertas, membuat puzzle dr styrofoam bekas, operasi semut (pengumpulan sampah), jalan-jalan ke kawasan pedesaan untuk membangkitkan rasa cinta pertanian, Salah satu siswa SDN Babakan Bogor yang ikut mencoba permainan Ecomonopoly versi jejak karbon yang diproduksi dalam ukuran besar (3 meter x 3 meter) mengaku tertarik untuk bermain.<br /><br />"Seru permainannya seperti main monopoly, bedanya kita yang jadi pionnya," kata Rijal salah satu dari empat murid yang ikut mencoba permainan Ecomonopoly.<br /><br />Lingkungan hidup Hal senada juga disampaikan Sabrina Agustiani salah satu rekan Rijal. Menurutnya, permainan tersebut menambah wawasan dalam pelajaran lingkungan hidup.<br /><br />"Pertanyaan yang ada di dalam game sama seperti pelajaran di sekolah, jadi seperti belajar juga," katanya.<br /><br />Sedangkan menurut Siti Karmila, guru SDN Babakan permainan tersebut dapat dikembangkan disekolah-sekolah dan diterapkan dalam Pendidikan Lingkungan Hidup.<br /><br />"Permainannya edukatif, bisa dikembangkan dan dimasukkan dalam Pendidikan Lingkungan Hidup. Karena permainannya banyak mengajarkan tentang perilaku lingkungan kepada anak," katanya.<br /><br />Sedikit informasi, Annisa merupakan mahasiswa semester IV jurusan Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian IPB kelahiran Maret 1989. Ia salah satu dari 40 mahasiswa beprestasi yang turut mengharumkan nama IPB.<br /><br />Prestasi yang dimiliknya adalah Mapres Faperta 2010, Peserta IFLA World Congress student charette 2010 di China. Sedangkan prestasi terkait Ecomonopoly yakni best project Danamon young leader award 2009, Ashoka young Changemaker 2009 dan Bayer young Enviromental envoy, 2010. (Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB