Masyarakat Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu mengharapkan pemerintah segera memperbaiki Jalan M Yamin yang mengalami rusak berat akibat terendam banjir sejak pertengahan 2010. <p style="text-align: justify;">"Kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama sehingga mengganggu transportasi kami ke Kota Sintang yang jaraknya butuh empat jam perjalanan," kata Salvina warga Jalan Semitau, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (24/02/2011).<br />. <br /><br />Ibu tiga anak itu menjelaskan, akibat kerusakan jalan yang satu-satunya menghubungkan Kecamatan Semitau dengan Kota Putussibau dan Kota Sintang sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat. <br /><br />"Yang biasanya butuh empat jam ke Kota Sintang, akibat kerusakan jalan tersebut menjadi enam jam bahkan lebih kalau kendaraan roda empat yang digunakan amblas atau terjebak dalam kubangan lumpur," ujarnya. <br /><br />Hal senada juga diharapkan oleh Sendy salah seorang warga Semitau. Akibat kerusakan jalan tersebut mengakibatkan transportasi warga kecamatan tersebut menjadi terganggu. <br /><br />"Kami sudah beberapa kali mengadukan perihal kerusakan jalan itu ke pemerintah kabupaten, tetapi hingga kini belum ada tanggapan," ujarnya. <br /><br />Sendy menambahkan, kualitas perbaikan jalan di kecamatan itu selama ini memang tidak memadai, sehingga lebih lama rusaknya daripada jalan tidak berlubang. <br /><br />Warga Kecamatau Semitau sebagian besar berprofesi sebagai petani karet, peternak ikan arwana dan petani dan buruh perkebunan sawit milik Sinar Mas Group. <br /><br />Kerusakan jalan di wilayah Selatan Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya di Kecamatan Semitau, beberapa titik jalan negara, provinsi dan kabupaten Pontianak – Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu sekitar 500 kilometer masih berlubang dan rusak ringan hingga berat. <br /><br />"Kerusakan jalan dari Pontianak – Semitau sudah berlangsung lama, bahkan tidak pernah mulus benar, karena sistem perbaikan jalan yang tambal sulam dan kualitasnya juga kurang bagus," kata Robi salah seorang sopir taksi. <br /><br />Dari pantauan ANTARA di lapangan pada umumnya hampir 60 persen jalan dari Kota Pontianak – Semitau sudah mulus, sementara sisanya mengalami kerusakan ringan hingga berat. <br /><br />Seperti Jalan Tayan masih sekitar 15 kilometer belum beraspal, kemudian Jalan di Kecamatan Balai – Sosok (Sanggau) – Jalan Semuntai (Sanggau) – Kota Sekadau juga masih rusak. <br /><br />Setelah itu jalan yang menghubungkan Sintang – Semitau sekitar puluhan kilometer juga masih rusak. <br /><br />Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Jakius Sinyor mengatakan, PU Kalbar tahun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2011, menganggarkan sebesar Rp150 miliar untuk memperbaiki jalan provinsi yang rusak. <br /><br />"Anggaran sebesar itu untuk perbaikan, pemeliharaan dan peningkatan jalan provinsi yang tersebar diseluruh kabupaten/kota," katanya. <br /><br />Ia menjelaskan, anggaran sebesar itu untuk peningkatan dan pemeliharaan Jalan Ngabang – Serimbu, Sekadau – Rawak, dan Kembayan. <br /><br />"Pada dasarnya APBD untuk perbaikan jalan provinsi di Kalbar tahun 2011 meningkat dari tahun sebelumnya," kata Jakius Sinyor. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















