Meski Dinas Pendidikan melarang keras `tradisi` perayaan kelulusan dengan berkonvoi dan melakukan coret baju, namun ada sejumlah pelajar yang tetap membandel. <p style="text-align: justify;">“Tadi ada sejumlah pelajar yang melakukan aksi coret baju di Jalan Lintas Melawi,” kata Ari (30), warga Kelurahan Ladang pada kalimantan-news, Senin (16/05/2011).<br /><br />Ia mengatakan, aksi sejumlah pelajar dengan menggunakan seragam sekolah tersebut, diperkirakan usai pengumuman kelulusan.<br />“Karena, saya melaihat kejadian itu sekitar pukul 12.30 WIB,” timpalnya.<br /><br />Meski ada sejumlah pelajar yang membandel, namun sikap yang diambil oleh pelajar SMA 1 Sintang usai pengumuman kelulusan pantas diacungi jempol. Karena, mereka berinisiatif mengumpulkan seragam sekolah untuk disumbangkan.<br /><br />“Kita memang menghimbau pada pelajar agar tak melakukan konvoi atau melakukan corat-coret baju,” kata Slamed, Kepala SMA 1 Sintang.<br /><br />Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, YAT Lukman Riberu beberapa waktu lalu menegaskan kalau pihaknya melarang keras aksi konvoi dan coret baju pasca pengumuman kelulusan sekolah di Kabupaten Sintang.<br /><br />“Bila ada pelajar yang membandel, akan dikenakan sanksi tegas. Saya sudah intruksikan pada semua sekolah di Sintang agar menahan ijazah yang bersangkutan,” tegasnya, Selasa (10/05/2011).<br /><br />Ia mengatakan, merayakan kelulusan sekolah untuk melepaskan beban dan tekanan selama ujian, adalah sesuatu hal lumrah. Namun ada baiknya bila perayaan kelulusan itu dilakukan dengan kegiatan-kegiatan positif, bukan hura-hura.<br /><br />“Bukan malah melakukan konvoi yang berpotensi mengganggu pengguna jalan umum. Makanya, saya meminta pada pihak kopolisian agar membubarkan konvoi pasca lulus yang dilakukan pelajar. Karena, dinas tak mengizinkan,” katanya.<br /><br />Ia mengatakan, salah satu kegiatan positif yang bisa dilakukan pelajar pasca pengumuman kelulusan yang utama adalah mengucap syukur pada Tuhan. Bisa juga melakukan kegiatan positif lain seperti menyumbang seragam bekas ke masyarakat kurang mampu.<br /><br />“Tindakan ini lebih berguna dan lebih bermanfaat ketimbang mencorat-coret seragam yang layak pakai,” sarannya. <strong>(phs)</strong></p>











