MIN Sintang Siapkan Intelektual dan Spiritual Siswa

oleh

Keberadaan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sintang yang berada dibawah pengelolaan Kementerian Agama menjadi satu ikon lembaga pendidikan yang diharapkan mampu menyiapkan kemampuan intelektual dasar bagi siswa sekaligus penguatan pondasi spiritual. <p style="text-align: justify;">Tentunya apa yang dilaksanakan di MIN Sintang yang sudah mengantongi akreditasi A ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk membangun pendidikan karakter di lingkungan sekolah yang memadukan antara kecerdasan dan budi pekerti.<br /><br />“Perlahan namun pasti sekolah kami terus berbenah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan alhamdulillah setiap tahun selalu ada yang meningkat,” kata Zohri, Kepala Sekolah MIN Sintang kepada kalimantan-news belum lama ini.<br /><br />Berlokasi di Jalan Akcaya II, sekolah yang semula dikelola yayasan dan menjadi sekolah negeri pada tahun 1994 ini sekarang memiliki 713 siswa dengan 23 rombongan belajar, sejumlah fasilitas seperti sarana olahraga, kesenian, UKS maupun perpustakaan disediakan untuk siswa mengembangkan potensi mereka.<br /><br />Dengan dukungan 33 orang guru baik yang berstatus PNS maupun honor ditambah tiga orang di tata usaha dan beberapa staf lainnya, sekolah ini berupaya penuh untuk mengembangkan kemampuan akademis siswa dan juga meningkatkan pembinaan ekstra kurikuler.<br /><br />“Secara akademis sekolah kami ini tidak terlalu tinggi tetapi tidak juga terlalu rendah, namun diluar, kemampuan siswa kita tetap diperhitungkan, olimpiade siswa untuk IPA dan Matematika kami tidak pernah absen,” jelasnya.<br /><br />Selain itu kata dia, untuk siswa yang berprestasi, sekolah juga tidak tinggal diam, ada pembinaan khusus yang dilakukan, termasuk untuk peningkatan kemapuan ekstra kurikuler yang ada di sekolah.<br /><br />“Kami ada pengurus sanggar yang ditugasi untuk pengembangan olahraga, seni baik agama maupun umum serta pembinaan akhlak dan moral siswa,” ujarnya.<br /><br />Yang menjadi pembeda MIN dengan SD umum adalah kurikulum dimana selain kurikulum umum dari Kementerian Pendidikan Nasional, juga ada kurikulum Kementerian Agama.<br /><br />“Keduanya memiliki porsi sama besar, namun untuk pendidikan agama lebih mendetil karena ada pemisahan pelajaran khusus untuk fiqh, bahasa arab, aqidah akhlak hingga sejarah kebudayaan islam,” imbuhnya.<br /><br />Untuk muatan lokal, ia mengatakan ada bahasa inggris yang saat ini baru untuk kelas 3 hingga kelas 6, tetapi kedepannya akan dimulai dari kelas satu ditambah dengan praktek shalat.<br /><br />“Saat ini untuk kebutuhan pembelajaran sudah banyak ditunjang dari dana BOS yang sangat membantu sekolah dan siswa dalam mengikuti pendidikan, bahkan kita adakan pelajaran tambahan untuk siswa yang akan menghadapi ujian,” ucapnya.<br /><br />Untuk penerimaan siswa baru, ia mengatakan disesuaikan dengan jumlah siswa yang sudah menyelesaikan pendidikan, artinya kalau tahun ini ada 113 orang atau empat rombongan belajar, maka penerimaan juga tetap untuk empat rombongan belajar.<br /><br />“Untuk nilai rata-rata sekolah kita tiap tahun meningkat dan tentunya ini menarik minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya kesini, kalau peminatnya lebih dari yang tersedia, biasanya kita adakan seleksi melihat umur, jarak tempat tinggal dari sekolah dan kesiapan belajar siswa,” jelasnya.<br /><br />Prestasi di bidang olahraga, sekolah ini juga tak kalah saing, ada bulutangkis yang sering menuai prestasi besar, begitu juga sepak bola, karate dan pencak silat.<br /><br />“Kegiatan apapun diluar kami usahakan tidak pernah absen, meskipun dengan kemampuan seadanya, tetapi anak-anak kita bisa membuktikan kalau mereka mampu,” tukasnya.<br /><br />Yang menjadi kendala menurutnya adalah soal intensitas pembinaan terhadap siswa yang mengacu pada ketersediaan anggaran di sekolah, namun tetap diupayakan pembinaan bisa maksimal dilakukan.<br /><br />“Sejauh ini peran orang tua siswa sangat membantu kami dalam memajukan sekolah terutama untuk menunjang prestasi anak,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>