Salah faktor yang dapat mendongkrak kemajuan Kabupaten Kapuas Hulu kedepan yaitu di Bidang Pariwisata untuk itu kedepannya mesti dikembangkan dan dikelola dengan maksimal, objek-objek wisata yang ada jangan dibiarkan begitu saja,demikian dikatakan M. Safeei Ketua LSM Peduli Kapuas Hulu kepada kalimantan-news, Senin (02/05/2011). <p style="text-align: justify;">Menurut Safeei bahwa Objek wisata yang ada harus di kelola dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan para wisatawan datang ke Kapuas Hulu ini, sehingga PAD akan bertambah.<br /><br />”Kita nilai selama ini pengelolaan bidang Pariwisata belum maksimal, seharusnya Pemda melalui insatansii terkait harus dapat membaca peluang, untuk kemajuan Kapuas Hulu terutama di bidang pariwisata yang harus dikelola dengan maksimal,bukan dijadikan lahan tidur,” tegasnya. <br /><br />Lebih lanjut Safeei berharap untuk kemajuan dan perkembangan Kapuas Hulu semua bidang harus diberdayakan dengan maksimal dan harus didukung. Tidak hanya itu kata Safeei untuk bidang pariwisata khususnya objek wisata yang ada harusnya jagan dibiarkan sebagai lahan mati, padahal jika dikelola dengan baik banyak manfaatnya terutama untuk perekonomian masyarakat.<br /> <br />Selain itu kata Safeei Pemerintah Daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kapuas Hulu harus berbenah diri khususnya bidang pariwisata, agar objek wisata yang sudah ada dapat terkelola dengan baik, karena memang merupakan salah satu factor pendongkrak kemajuan Kpauas Hulu. seperti contoh kecil yaitu tidak dikelolanya Objek Wisata Mufa Kencana yang pembangunannya memakan banyak dana,hingga sekarang bangunan yang ada terkesan mubajir, bahkan Safeei menuturkan objek wisata mupa kencana tersebut sering kali dijadikan tempat mesum. <br /><br />“Kita mengharapkan hal itu kedepannya menjadi perhatian Pemda melalui instansi terkait, sangat disayangkan jika asset tidak dikelola dengan baik, masyarakat Kota Putussibau sangat mendambahkan tepat-tempat hiburan, karena jenuh dengan pekerjaan dan sebagainya, salah satu keluhan masyarakat yaitu tidak adanya tempat taman hiburan keluarga,”pungkasnya.<strong> (phs)</strong></p>














