SINTANG, KN – Ratusan warga dari berbagai desa di wilayah perbatasan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa menolak program transmigrasi antar pulau yang direncanakan pemerintah, Sabtu 26 Juli 2026. Aksi ini dipimpin langsung oleh tokoh Pemuda Wilayah Ketungau yang dikenal sebagai Panglima Asap, Andreas.
Dalam orasinya, Andreas menyatakan bahwa masyarakat Ketungau Hulu menolak keras rencana pemindahan penduduk dari luar daerah ke wilayah mereka. “Jika program ini bermaksud memindahkan penduduk dari luar ke wilayah kami, maka kami menolak mulai dari provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa,” tegasnya.
Menurut Andreas, masyarakat Ketungau Hulu mendukung transmigrasi lokal, yakni pemindahan warga dari desa ke desa dalam satu wilayah kabupaten atau provinsi. “Transmigrasi dari luar kami tolak, tapi kalau dari dalam, kami siap menerima. Karena itu bagian dari kita. Kita satu pikiran,” lanjutnya.
Lebih jauh, Andreas menyoroti persoalan kesejahteraan warga perbatasan yang masih jauh dari harapan. Ia menyampaikan bahwa banyak warga di Ketungau Hulu yang masih kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. “Untuk beli sembako saja, kadang kami harus ke Malaysia. Jadi jangan bicara soal sejahtera kalau kebutuhan dasar saja masih kami perjuangkan,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Aksi damai ini turut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan kepala desa dari seluruh wilayah Kecamatan Ketungau Hulu. Unjuk rasa mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI demi menjaga ketertiban.
Masyarakat berharap pemerintah mendengarkan aspirasi mereka dan lebih fokus pada pembangunan serta pemberdayaan masyarakat lokal, alih-alih mendatangkan penduduk baru dari luar pulau.















