Panji : Jangan Jadi PNS Penyebar Hoax

oleh

MELAWI – Pemerintah Melawi melakukan pengambilan sumpah/janji 260 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Kabupaten Melawi, Senin (26/11) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi. Pada kegiatan tersebut selain di hadir seluruh PNS termasuk pejabat dilingkungan Melawi, juga dihadiri PKK Melawi.

Bupati Melawi, Panji dalam arahannya mengatakan, Sesuai ketentuan dan aturan berlaku, setiap pengangkatan PNS wajib diambil sumpah dan janjinya. Ketentuan ini juga telah diatur dalam peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang menagemen PNS.

Pada kesempatan itu, Ia juga menyampaikan kesannya, bahwa pada hakekatnya sumpah janji itu bukan hanya ucapan kesanggupan terhadap kantor ataupun pimpinan, tetapi juga kesanggupan kepada tuhan.

“Bahwa yang mengucapkan sumpah janji akan melakukan segala kewajiban dan tidak melakukan segala larangan yang telah ditentukan sesuai perundang-undangan tentang disiplin PNS,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Panji, sesuai dengan aturan perundang-undangan, bahwa ASN yang diambil sumpah dan janjinya, harus taat kepada pancasila, undang-undang 1945, pemerintah RI serta bersifat baik, bersih, jujur dan berdayaguna serta penuh bertanggungjawab. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik sangat memerlukan kualitas dna kemampuan birokrasi untuk kebijakan publik, dengan sumberdaya aparatur yang profesional dan produktif serta harus mempu melayani publik.

“Untuk itu, pegawai ASN harus memiliki menagemen ASN, sistim kualifikasi, kompetensi dan kinerja yang dimiliki dalam profesi jabatan yang dilaksanakan secara terbuka,” ujarnya.

Kemudian, tambahnya, PNS harus menunjukan disiplin, kecakapan dan prestasi kerja yang baik. Ingatlah status PNS dapat diberhentikan secara hormat maupun dengan tidak hormat.

“Maka dari itu. Landasi diri dengan disiplin yang baik, patuhi aturan dan ketentuan yang berlaku, jaga netralitas, jangan suka menyebarkan berita hoax dan bohong, tekuni pekerjaan dengan sepenuh hati,” paparnya.

Panji mengatakan. Pengambilan sumpah janji tersebut tidaklah ada artinya jika tidak yakin. Selain bersumpah sebagai pelayan masyarakat, juga harus yakin bahwa apa yang diucapkan akan didengar tuhan.
“Sehingga apa yang diucapkan akan dilaksanakan dan dijalani, serta siap menjadi aparatur sipil yang handal. Sehingga harus punya karakter diri, kepribadian,” ungkapnya.

Kepribadian inilah dasar kebesaran, kekuatan. Maka pribadi pribadi yang tangguh, bermartabat dan berkualitas akan menjadi negara yang besar. Dengan memberikan pelayanan sebaik baiknya dan setulus hati. Bukan menjadi kepribadian yang ikut-ikutan.

“Jadi jangan ikut ikutan untuk hal-hal yang kiranya berbahaya untuk diri sendiri. Terutama jangan menjadi PNS penyebar berita-berita bohong dan hoax. Kemudian jangan mudah mengeluh. Menuntut hak itu perlu, menu tuk pembangunan itu perlu, tetapi mesti harus beretika, bukan dengan mencaci maki, bukan dengan menyalahkan. orang lain. Harusnya bersyukur sudah menjadi PNS. Jangan banyak memberontak. Tolong itu menjadi perhatian kita bersama,” pungkasnya. (Ed/KN)