Panji : Tak Ada Penundaan DBH Karena Telat Kirim Sample SWAB

- Jurnalis

Rabu, 11 November 2020 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak, KN – Calon Bupati Melawi nomor urut 1, Panji mengatakan, Hingga kini, belum pernah menerima surat keputusan dari gubernur atau pemerintah pusat yang menyatakan Dana Bagi Hasil (DBH) tidak dikasikan, akibat kita tidak mengirim swab secara penuh sesuai Pergub. Hal itu untuk menjawab apa yang dilontarkan Paslon 3 dalam debat publik yang digelar Selasa (10/11) malam di Pontianak,

Panji mengatakan Pemkab Melawi mengirim sampel yang tidak penuh atau tidak sesuai instruksi gubernur pun hasilnya tidak sesuai dengan hasil yang dibutuhkan.

“Bahkan kejadian di Melawi, ada yang sudah meninggal, hasil swabnya pun belum keluar. Padahal sudah kita swab dan kita curiga (positif),” katanya.

Artinya, berdasarkan permintaan sesuai aturan kepada Pemda, lanjut Panji ternyata juga tidak diimbangi dengan kemampuan kerja mereka sendiri. Kenyataannya hasil pemeriksaan swab terlambat dimana-mana. “Ini juga kan sempat disuarakan ibu Karolin (Bupati Landak) kemarin,” ujarnya.

Panji mengatakan, boleh menerapkan aturan (terkait pengiriman sampel swab) dengan harga mati sesuai permintaan dengan sanksi. Hanya perlu dilihat aturan ini implementatif atau tidak.

“Ini realita dan faktanya sehingga aturan itu tidak bisa dilaksanakan. Ada orang yang sudah di swab, hingga meninggal justru hasilnya belum keluar. Harus ini ketentuan ini bukan harga mati,” kritiknya.

Dalam debat publik ini, sebelumnya Paslon nomor tiga melalui Cawabupnya Kluisen mempertanyakan soal komitmen Panji melaksanakan perintah Gubernur Sutarmidji mengirim 200 sampel per minggu.

“Saya menekankan instruksi Gubernur mengirim 200 sampel per minggu. Namun Kepala Daerah tidak melakukan, sehingga mendapatkan sanksi dan tak mendapatkan dana bagi hasil dan merugikan masyarakat,” kata Kluisen saat melontarkan pertanyaan ke kubu Panji-Ahmaddin. (tim)

Berita Terkait

Anggota DPRD Barito Utara Apresiasi Polres Barut Ungkap Kasus Penembakan
Siaga Sebelum Bencana, Dinsos–Tagana Melawi Pastikan Dapur Umum Siap Operasi
Kasus Penembakan Senjata api rakitan Domduman Ilegal, di Area Crusher PT Sukma Surya 234, Tersangka Diancam Hukuman Mati
Kopi Liberika Katab Kebahan Melawi, Warisan Adat yang Disiapkan Menembus Pasar Dunia
Jemput Bola Validasi Data, Dinsos Melawi Sisir Desa Cegah Bansos Salah Sasaran
Kapolres Melawi Perkuat Bhabinkamtibmas, Fokus Cegah Konflik dan Jaga Desa
Kuasai Aset Negara Usai Pensiun, Belasan Eks ASN Dilaporkan ke Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:14 WIB

Anggota DPRD Barito Utara Apresiasi Polres Barut Ungkap Kasus Penembakan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:02 WIB

Siaga Sebelum Bencana, Dinsos–Tagana Melawi Pastikan Dapur Umum Siap Operasi

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:52 WIB

Kopi Liberika Katab Kebahan Melawi, Warisan Adat yang Disiapkan Menembus Pasar Dunia

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:30 WIB

Jemput Bola Validasi Data, Dinsos Melawi Sisir Desa Cegah Bansos Salah Sasaran

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:41 WIB

Kapolres Melawi Perkuat Bhabinkamtibmas, Fokus Cegah Konflik dan Jaga Desa

Berita Terbaru