Pedalaman Sungai Barito Dilayari Kapal Besar

Pedalaman Sungai Barito di wilayah Barito Utara dan Murung Raya, Kalimantan Tengah kini sudah mulai dapat dilayari kapal dan tongkang bertonase besar. <p style="text-align: justify;">"Sejak Rabu (18/5) angkutan tambang batubara dan hasil bumi lainnya mulai normal setelah dalam sepekan lalu terperangkap akibat sungai surut," kata Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara, Tenggara, di Muara Teweh, Rabu.<br /><br />Puluhan kapal dan tongkang baik bermuatan maupun kosong milik perusahaan pemegang izin kuasa pertambangan (KP) di Kabupaten Barut yang sebelumnya bersandar dan kandas di pedalaman Sungai Barito kini sudah dapat melanjutkan pelayaran baik ke hulu maupun hilir.<br /><br />Selain itu, puluhan tongkang kosong yang akan mengangkut batubara milik perusahaan pemegang izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) arealnya berada di wilayah Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya juga mulai berlayar ke hulu.<br /><br />"Tongkang kosong mulai berlayar sejak kemarin, sedangkan yang muatan batu bara baru hari ini," kata Tenggara.<br /><br />Menurut Tenggara, Skala Tinggi Air (STA) pedalaman Sungai Barito di Muara Teweh pada Rabu (18/5) siang sudah mencapai 7,70 meter yang menunjukkan angka aman bagi pelayaran kapal besar.<br /><br />Meski hujan melanda Kabupaten Barito Utara relatif sedang, namun naiknya debit air pedalaman Sungai Barito ini setelah tingginya curah hujan melanda wilayah pedalaman atau hulu di Kabupaten Murung Raya.<br /><br />"Selama ini angkutan kapal dan tongkang besar di pedalaman Sungai Barito sering mengalami hambatan karena turun naiknya debit air sehingga tidak sepanjang tahun sungai ini bisa dilayari," ujar Tenggara. <strong>(das/ant)</strong></p>