Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, Hatta mengatakan kalau pembangunan sarana perhubungan kedepan, akan dilakukan lebih selektif. Pernyataan itu disampaikan Hatta menyusul adanya anggapan kalau pembangunan sejumlah sarana perhubungan yang dimaksud seperti halte, terkesan mubazir. Karena, banyak dibangun didaerah yang tak ramai. <p style="text-align: justify;">“Pembangunan sarana perhubungan tentunya dilihat dari aspek manfaat. Supaya, ketika bangunan tersebut berdiri tak mubazir. Makanya, pembangunan sarana perhubungan itu dilakukan lebih selektif dengan memperhatikan skala prioritas,” kata Hatta, pada kalimantan-news belum lama ini.<br /><br />Ia mengatakan, sarana perhubungan yang dibangun seperti halte, sebetulnya tak harus digunakan sebagai tempat turun naik penumpang angkutan umum saja. Tetapi, bisa juga digunakan oleh masyarakat sebagai tempat untuk berteduh ketika lelah berjalan kaki.<br /><br />“Pembangunan sarana perhubungan tak bisa seperti maunya kita. Tetapi harus dilihat dari banyak aspek pendukung. Yang jelas, sarana yang dibangun harus mendatangkan manfaat positif bagi masyarakat,” tegasnya.<br /><br />Mantan kepala Badan Kesbangpolinmas ini menuturkan kalau untuk tahun 2011, pihaknya belum memastikan apakah pembangunan halte akan ditambah.<br /><br />“Fasilitas yang akan kita bangun ditahun 2011 sedang kita kaji. Tetapi kemungkinan besar diarahkan ke pembangunan sarana lain yang lebih urgen, seperti dermaga di sejumlah kecamatan. Karena, sebagian besar masyarakat kita masih mengandalkan angkutan sungai. Ini artinya, keberadaan dermaga yang layak, mutlak diperlukan demi kenyamanan masyarakat bertransportasi,” sambungnya.<br /><br />Kepala Dinas asal Serawai ini juga merespon adanya kesan kalau banyak proyek perhubungan yang bermasalah. Padahal menurut dia, kondisinya tak seperti yang diasumsikan itu. <br /><br />“Bagimana mau menilai kalau masih dalam tahap penyelesaian. Lagipula, sarana tersebut belum diserahkan pada kita. Artinya, masih ada tanggungjawab pelaksana untuk melakukan pemeliharaan,” jelasnya.<br /><br />Soal pos lantas simpang lima yang dinilai menyalahi aturan juga di bantah oleh Hatta. Karena menurut dia, pembangunan pos lantas tersebut mengacu pada sarana kelengkapan lalu lintas.<br /><br />“Karena berkaitan dengan sarana kelengkapan lalu lintas, maka pos lantas dibangun ditempat itu. Kalaupun nanti dinilai bermasalah oleh pihak yang melakukan audit, kita tetap akan melakukan evaluasi,” pungKasnya.<strong>(phs) </strong></p>














