Pembukaan Lahan Puluhan Hektare Marak Di Pantai Paloh

oleh

Pembukaan lahan di hutan sekitar kawasan Pantai Paloh, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas marak terjadi sejak beberapa bulan terakhir. <p style="text-align: justify;">Pantauan saat mengikuti "Jurnalis Trip" ke Kecamatan Paloh, Minggu (06/03/2011), areal yang sudah dibuka itu diperkirakan mencapai puluhan hektare. <br /><br />Puluhan batang kayu olahan dengan ukuran 10 x 10 centimeter dan 2 x 15 centimeter panjang sekitar empat meter, disimpan di halaman sejumlah pondok kayu. <br /><br />Areal yang sudah dibuka itu pun belum dimanfaatkan untuk ditanami kembali atau kegiatan lainnya. Di Sungai Belacan misalnya, jarak lahan yang dibuka dari tepi pantai sekitar 100 meter hingga 150 meter. <br /><br />Namun Kasubid Bina Marga, Pengairan, Energi dan Sumberdaya Mineral Bappeda Kabupaten Sambas, Yoelyanto mengaku belum mengetahui kondisi itu. "Akan kami cek," kata dia saat dikonfirmasi. <br /><br />Pihaknya sendiri pernah meminta agar tidak ada pembukaan lahan di kawasan itu. <br /><br />Sementara Amat (45), salah seorang warga Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, mengaku sudah membuka lahan di Sungai Belacan. <br /><br />Menurut dia, pembukaan lahan itu untuk pembangunan perumahan terkait LNG atau gas alam cair. "Cuma kayunya sedikit. Adalah beberapa keping kayu yang bisa dijual," katanya di Temajuk. Ayah tiga anak ini sehari-hari bekerja sebagai nelayan. <br /><br />Yoelyanto mengakui bahwa ada rencana penyiapan lahan untuk pengolahan gas alam cair di Paloh. Sumber gas alam cair itu dari Blok Natuna D Alpha, Kepulauan Riau. <br /><br />"Tetapi itu semua tergantung pemerintah pusat. Kami hanya menyiapkan lahan untuk mengantisipasi hal itu dan usulan lahan sudah diajukan dalam perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sambas jangka panjang," kata dia. <br /><br />Usulan perubahan tersebut masih menunggu revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi. Pemkab Sambas juga belum mengetahui apakah pengolahan gas alam cair tersebut di Paloh atau Kepulauan Riau karena pemenang lelang blok gas tersebut juga belum ada. <br /><br />Sementara Sekretaris Kecamatan Paloh Rohaimi mengatakan, belum ada sosialisasi ke masyarakat mengenai pembangunan pengolahan gas alam cair namun sudah sering diwacanakan oleh kepala daerah. <br /><br />Setahu ia, biaya untuk konsep pembangunan pengolahan gas alam cair berikut pelabuhannya dari perusahaan minyak asal Malaysia, Petronas. <br /><br />Kepala Desa Sebubus, Paloh, B Syafrani mengatakan, informasi yang ia perloleh, rencana pembangunan pelabuhan untuk gas alam cair itu membutuhkan lahan yang memanjang sekitar 8 kilometer di Pantai Paloh. "Mulai dari Sungai Uban sampai Sungai Belacan," kata Syafrani. <br /><br />Namun ia mengakui hingga kini belum ada sosialisasi dari pemerintah daerah mengenai hal itu. <br /><br />Koordinator Penyu Paloh WWF – Indonesia Dwi Suprapti mengatakan, kalau terwujud, pembangunan pengolahan dan pelabuhan untuk gas alam cair itu dapat mengganggu habitat penyu yang selama ini memanfaatkan Pantai Paloh sebagai lokasi bertelur. <br /><br />"Kalau areanya terganggu, ia dapat bergeser ke lokasi lain," kata Dwi Suprapti. <br /><br />Pantai Paloh yang berada di Kecamatan Paloh, berbatasan dengan Sarawak, Malaysia. Panjang Pantai Paloh mencapai 63 kilometer. <br /><br />WWF – Indonesia baru mulai melakukan pengamatan secara intensif sejak pertengahan tahun 2009. <br /><br />Lokasi yang paling sering didarati penyu untuk bertelur adalah area sepanjang 19,3 kilometer dari Sungai Belacan ke Mutusan. Ada dua endemik penyu yang paling sering mendarat di Pantai Paloh untuk bertelur yakni penyu hijau (Chelonia mydas)dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). <br /><br />Berdasarkan data WWF – Indonesia, puncak masa bertelur penyu antara Juni hingga Oktober. <br /><br />Di tahun 2009, jumlah sarang telur penyu hijau di pantai sepanjang 19,3 kilometer itu saat puncak musim adalah 2.102 buah, penyu sisik 41 buah. <br /><br />Sedangkan di tahun 2010, pada periode yang sama, ada 1.501 sarang telur penyu hijau, penyu sisik delapan sarang. Sementara sepanjang tahun 2010, total sarang penyu hijau adalah 1.994 buah, penyu sisik 46 buah. <br /><br />Jumlah penyu hijau yang mendarat di pantai tersebut, di tahun 2010 sebanyak 4.123 individu, penyu sisik 72 individu. Tidak semua penyu yang mendarat di pantai, bertelur.  <strong>(phs/Ant)</strong></p>