Pemkot Tempatkan Wakil Di Dewan Pengawas PDAM

Pemerintah Kota Pontianak akan menempatkan wakilnya di dewan pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat untuk memudahkan koordinasi dan pengawasan kinerja direksi perusahaan itu. <p style="text-align: justify;"><br />"Ditempatkannya wakil di lingkungan dewan pengawas PDAM karena seringkali direksi perusahaan air bersih itu tidak hadir dalam memenuhi panggilan DPRD Kota Pontianak sehingga dinilai melecehkan institusi wakil rakyat itu," kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Jumat.<br /><br />Ia menjelaskan, ditempatkannya wakil Pemkot di jajaran dewan pengawas sebagai respon dari keluhan DPRD Kota Pontianak yang menyatakan sulit melakukan koordinasi dengan direksi perusahaan pelayanan air bersih itu.<br /><br />Menurut Sutarmidji, dengan tidak adanya wakil pemerintah di dewan pengawas membuat hubungan komunikasi antara DPRD Kota Pontianak dengan pihak PDAM sulit.<br /><br />"Saat ini kami sedang mencari orang yang tepat untuk mewakili kami di dewan pengawas PDAM," katanya.<br /><br />Paling tidak menurut dia, dengan ditempatkannya wakil Pemkot di dewan pengawas tersebut sebagai alat penghubung komunikasi antara keinginan DPRD dengan direksi PDAM.<br /><br />Selain itu, Sutarmidji mengatakan, dengan adanya wakil pemerintah di dewan pengawas sehingga para direksi PDAM dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan keinginan Pemkot Pontianak.<br /><br />Dalam kesempatan itu wali kota Pontianak enggan membeberkan nama perwakilan yang akan ditempatkan di dewan pengawas PDAM itu.<br /><br />"Yang jelas namanya sudah saya siapkan, nanti setelah sesudah kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhir Mei mendatang baru saya umumkan," katanya.<br /><br />Pemkot Pontianak menargetkan PDAM setempat dapat melayani distribusi air bersih bagi sekitar 30 ribu pelanggan, melampaui daftar tunggu yang tercatat sekitar tujuh ribu pelanggan dengan investasi sebesar Rp112 miliar untuk pembangunan instalasi atau tempat penampungan air PDAM sebelum didistribusikan ke pelanggan.<br /><br />Dengan terealisasinya pembangunan instalasi air itu, target melayani sebanyak 80-85 persen masyarakat di kota itu pada 2015 sesuai tujuan sasaran pembangunan milenium atau Millennium Development Goals bisa tercapai dari saat ini sekitar 68 persen. <strong>(phs/Ant)</strong></p>