Home / Tak Berkategori

Pemprov Kalsel Diminta Lebih Aktif Tangani Larilarian

- Jurnalis

Selasa, 10 Mei 2011 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan H Riswandi meminta, pemerintah provinsi setempat lebih aktif dalam menagani masalah Larilarian di Kabupaten Kotabaru. <p style="text-align: justify;">"Kita berharap Larilarian tak lepas dari Kalsel, karenanya Pemprov setempat harus lebih aktif lagi menangani masalah wilayah yang mau diklaim Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar)," katanya di Banjarmasin, Selasa.<br /><br />Pasalnya, menurut dia, kalau terlambat sedikit saja mengurusi atau menanganinya, maka kemungkinan wilayah Larilarian yang dekat Selat Makassar dan menjadi rebutan itu, bisa jatuh ke tangan Pemprov Sulbar.<br /><br />Anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaprisiasi, sikap dan langkah Pemprovnya yang sudah menangani masalah Larilarian, walau belum diketahui hasil perkembangan penanganan tersebut.<br /><br />"Namun kita harus lebih gigih lagi mengurusi atau menangani, tak cukup cuma seperti selama ini. Sebab, kalau penganganan atau pengurusan cuma seperti selama ini, dikhawatirkan Larilarian bisa lepas dari Kalsel," sarannya.<br /><br />Mengenai izin pengarapan potensi sumber daya alam (SDA) Larilarian, dia menyatakan, hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat, karena kabarnya bahan tambang yang tersimpan di wilayah tersebut tergolong strategis.<br /><br />"Tapi kalau Larilarian itu masuk Kalsel, maka kita akan mendapatkan banyak nilai tambah dari potensi SDA yang ada disana," demikian Riswandi.<br /><br />Sebelumnya Wakil Ketua Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel H Mansyah Sabri dari Partai Golkar mengungkapkan, Pemprov Sulbar sudah mendaftarkan sekitar kawasan yang hampir bersamaan dengan Larilarian tersebut ke Kementerian Dalam Negeri.<br /><br />"Cuma saja yang mereka daftarkan itu bukan nama Larilairan, tapi Lereklerekan dan letak kordinatnya pun tak sama," ungkapnya mengutip keterangan Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Kalsel.<br /><br />"Walau apa yang didaftarkan Pemprov Sulbar itu bukan nama Larilarian, tapi kita jangan sampai lalai. Sebab tidak tertutup kemungkinan, dengan permainan data, Larilarian berubah jadi Lereklerekan dan masuk Sulbar," kata Mansyah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru