Home / Tak Berkategori

Perbatasan Layak Otonom

- Jurnalis

Minggu, 15 Mei 2011 - 01:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan perbatasan sudah selayaknya diberikan perlakukan khusus terkait pemenuhan kebutuhan pembangunan karena merupakan beranda depan negara. Perlakukan khusus ini tentunya akan berdampak pada alokasi anggaran. <p style="text-align: justify;">Anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Mesamadi mengatakan kawasanm perbatasan di Sintang ini sebenarnya sudah layak mendapatkan otonomi khusus.<br /><br />“Sebegai garda terdepan negara, tentunya dari sisi pengelolaan harus bersifat khusus,” kata dia.<br /><br />Belakangan perbatasan menjadi persoalan tersendiri di Sintang apalagi jika merujuk pada ketersediaan anggaran, ternyata Pemerintah Kabupaten Sintang tidak mampu memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan kawasna perbatasan jika hanya bersandar pada dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).<br /><br />Perhatian serius terhadap kawasan perbatasan juga tidak dilakukan pemerintah daerah melalui program khusus untuk kawasan perbatasan, padahal hal itu penting agar alokasi anggaran untuk kawasan tersebut bisa tepat sasaran dan tidak mengganggu alokasi anggaran pembangunan untuk kecamatan lain di luar kawasan perbatasan.<br /><br />“Kalau bicara anggaran, ketika ada perlakukan khusus yang diformulasikan oleh pemerintah daerah, tentunya juga anggaran akan bersifat khusus sehingga pembangunan kawasan perbatasan bisa fokus,” jelas legislator Daerah Pemilihan jalur Ketungai ini.<br /><br />Paradigma umum yang ada saat ini menurutnya antara perbatasan Indonesia dan Malaysia sangat bertolak belakang ketika ada anggapan kalau perbatasan Indonesia adalah kawasan yang menyeramkan dengan perhatian yang kurang.<br /><br />“Sementara Malaysia menganggap kalau kawasan perbatasan mereka adalah kawasan strategis sehingga pembangunnya bisa lebih baik,” ucapnya.<br /><br />Ia berharap kedepan pemerintah daerah sudah bisa memikirkan perlakukan khusus untuk pengelolaan kawasan perbatasan yang terntunya tetap mengacu pada aturan yang ada.<br /><br />“Bisa badan pengelola tersendiri maupun mempermudah ketika muncul keinginan untuk menjadikan kawasan perbatasans ebagai daerah otonom dan saya yakin itu bisa dilakukan sepanjang ada kemauan kuat dari para pihak yang berkepentingan terhadap kemajuan di kawasan perbatasan,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

Wartawan Barito Utara Bentuk Perkumpulan Pewarta sebagai Wadah Profesionalisme dan Kebersamaan
Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:21 WIB

Wartawan Barito Utara Bentuk Perkumpulan Pewarta sebagai Wadah Profesionalisme dan Kebersamaan

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB