Peringati HPSN di Melawi DLH Lakukan Jumat Bersih

oleh

MELAWI-Kepala Dinas Lingkungan Hiudup (DLH), Jaya Sutardi didampingi Kepala Bidang kebersihan, Pandi mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Peringatan Sampah Nasional (HPSN) di Melawi, pihaknya melakukan Jumat bersih sejak 21 Januari sampai 21 April 2018.

“Intinya, untuk HPSN yang kita membuat surat edaran kepada setiap SKPD, kemudian badan, untuk melakukan Jumat Bersih, minimal di lingkungan sendiri. Kemudian yang didokumentasikan dan menghitung serta melihat volume sampah yang terkumpul setiap harinya berapa banyak,” kaya Jaya ditemuyi di ruangan kerjanya, kemarin.

Lebih lanjut Jaya mengatakan, tidak banyak yang bisa diperbuatnya dalam HPSn. Sementara untuk melakukan upaya pengurangan sampah rumah tangga, sementara waktu pihaknya hanya bisa berencana saja melakukan pelatihan.

“Berkaitan dengan upaya mengurangi sampah rumah tangga. Ini memang sulit, kecuali kalau mereka bisa mengurangi. Untuk membuat segala pelatihan daur ulang sampah dan pengolahan sampah organik maupun anorganik itu mudah-mudahan kedepan bisa kita laksanakan, memang sih kita juga berencana.  Bahkan nanti akan ada bank sampah, yang nantinya disetiap desa akan diberi pelatihan dan pemilahan,” ucapnya.

Lebih lanjut Jaya mengatakan, pihaknya juga melakukan mensosialisasikan dalam hal membuang sampah pada tempatnya, yang mana sudah diatur didalam Perdanya. “Didalam Perdanya itukan jam buang sampah dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi.

“Yang terjadi sekarangkan masyarakat seenaknya membuang sampah ke TPS. Jadi sudah kita angkut ke TPA, menumpuk lagi di TPS pada siang harinya, jadi kami terkesan atau dianggap tidak bekerja karena tumpukan sampah selalu ada tadi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Jaya juga mengatakan, pihaknya juga berharap peningkatan TPA yang saat ini masih berstatus open dumping, bisa ditingkatkan pada tahun ini menjadi Sanitary atau controlled Lindfill. Dengan begitu, sampah di TPA tidak hanya ditumpuk begitu saja dialam terbuka, namun ada pemilahan dan dengan proses.

“Tahun ini sudah masuk di dipusat untuk dilakukan pembangunan TPA menjadi controlled Lindfill. Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi. Karena kita kesulitan juga kalau statusnya terus menerus open dumping.Kalau untuk lahan, kita sudah siap, standarnya kan 10 haktar, nah sekarang kita punya 12 haktar,” pungkasnya. (edi/KN)