Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan disekitar Kota Sanggau dan didominasi para ibu, membuat sendiri lapak untuk barang daganganya. Pasalnya hingga relokasi yang ditetapkan pemkab Sanggau, baru beberapa meja yang sudah disiapkan oleh pihak terkait disekitar Pasar Rawa Bangun Sanggau. <p style="text-align: justify;">eskipun sempat mengalami pengunduran, akhirnya proses relokasi yang awalnya direncanakan pada Jumat (20/05/2011) terealisasi pada Senin (23/05/2011). Sejak pagi-pagi sekali para PKL yang berada disekitar Kota Sanggau sudah melakukan pembongkaran lapak tempat berjualan mereka selama ini sebagai bentuk dukungan relokasi yang dilaksanakan pemkab Sanggau.<br /><br />Seorang PKL Suratmi (45) ketika dikonfirmasi disekitar Pasar Rawa Bangun mengatakan, dirinya terpaksa membuat sendiri meja untuk berdagang karena memang pemkab belum menyediakanya. Padahal itu sangat penting baginya untuk berjualan, karena tidak mungkin barang dagangan yang ada diletakan di lantai pasar begitu saja.<br /><br />“Mestinya memang pemkab menyediakan meja untuk kami, kalau mereka serius memindahkan kami dari tempat semula ke tempat ini. Itu juga janji bupati Sanggau pada saat dilakukan pertemuan bersama kami semua di kantor bupati Sanggau. Tapi sampai sekarang ternyata lapak yang dijanjikan belum juga ada,” ungkapnya.<br /><br />Hal senada dikatakan seorang PKL yang lain Ngatinem (35), dirinya mengaku terpaksa memanfaatkan kotak yang sudah ada disekitar Pasar Rawa Bangun untuk dijadikan meja sebagai lapak. Karena hanya dengan begitu dirinya bisa kembali berjualan sayur untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.<br /><br />Sementara kepala dinas perdagangan Kabupaten Sanggau Hadi Sudibyo ketika dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, pihaknya memberikan kebebasan kepada para PKL untuk memanfaatkan kayu yang ada disekitar Pasar Rawa Bangun. Untuk membuat meja berjualan, karena memang pemkab belum bisa menyediakan lapak yang sesuai dengan kebutuhan pedagang.<br /><br />“Kita tidak bisa melarang mereka memanfaatkan apa yang ada, karena sampai sekarang proses pembuatan meja untuk para pedagang sampai sekarang belum dilakukan. Yang terpenting mereka bisa berjualan di komplek Pasar Rawa Bangun ini. Tidak lagi di pinggir-pinggir jalan, karena menganggu lalu lintas,” tandasnya. <strong>(phs)</strong></p>














