Polda Pantau Perkembangan Kasus TKI Korban Pembunuhan

oleh

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat AKBP Mukson Munandar menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus korban pembunuhan TKI asal Kota Pontianak, Christy Erni (20) di Negeri Sembilan Malaysia Barat, 12 Mei lalu. <p style="text-align: justify;">"Meskipun kami tidak bisa melakukan intervensi langsung terhadap polisi Malaysia terkait penanganan kasus pembunuhan itu, tetapi kita bisa menyurati pihak pemerintah melalui Konsulat Malaysia," kata Mukson Munandar di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, untuk melakukan koordinasi dengan pihak polisi Malaysia sudah menjadi kewenangan Markas Besar Polri karena menyangkut hubungan antar kedua negara.<br /><br />Sebelumnya, Christy Erni (20) warga Parit Pekong, Gang Bersama Siantan, Kecamatan Pontianak Utara, menjadi korban pemerkosaan hingga dibunuh oleh kawanan perampok di Negeri Sembilan Malaysia Barat, 12 Mei lalu.<br /><br />Pada peristiwa naas itu korban bekerja sebagai pelayan sebuah kafe dan tempat permainan ketangkasan bersama ibunya Sumirnah (39).<br /><br />Saat kejadian, tempat dia dan ibunya bekerja masih sepi sehingga kawanan perampok itu dengan leluasa menjalankan aksinya akibatnya Erni pun tewas setelah sebelumnya diperkosa, sementara ibunya juga mendapat perlakukan kasar oleh perampok tersebut.<br /><br />Saat ini kawanan perampok itu yang berjumlah dua orang telah ditangkap oleh polisi Malaysia setempat tetapi hingga kini identitasnya belum diketahui oleh pihak keluarga korban.<br /><br />"Malam ini kami akan melakukan pertemuan dengan Konsulat Malaysia yang baru sambil menjalin hubungan silaturahim dan komunikasi yang baik, serta membahas kasus pembunuhan itu," kata Kabid Humas Polda Kalbar.<br /><br />Ia menjelaskan, pertemuan tidak spesifik membahas kasus pembunuhan itu saja, intinya menjalin komunikasi yang baik dengan pejabat baru Konsulat Malaysia.<br /><br />Dalam pertemuan itu, Polda Kalbar juga akan membahas terkait tindak pidana kejahatan di kawasan perbatasan antara Indonesia (Kalbar) – Malaysia bagian timur, kata Mukson. <strong>(phs/Ant)</strong></p>