Produksi Kedelai Aceh Turun 16 Persen

oleh

Produksi kedelai di Provinsi Aceh diperkirakan turun sekitar 16 persen dari 63 ribu ton pada angka ramalan tetap (ATAP) 2009 menjadi 53 ribu ton pada angka ramalan sementara (ASEM) III 2010. <p style="text-align: justify;">Produksi kedelai di Provinsi Aceh diperkirakan turun sekitar 16 persen dari 63 ribu ton pada angka ramalan tetap (ATAP) 2009 menjadi 53 ribu ton pada angka ramalan sementara (ASEM) III 2010. <br /><br />Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Syech Suhaimi, di Banda Aceh, Rabu, mengatakan, penurunan produksi salah satu komoditas andalan asal provinsi paling ujung barat Indonesia itu akibat merosotnya luas panen palawija tersebut pada ASEM III 2010. <br /><br />Disebutkannya, realisasi luas panen hasil pertanian tersebut turun cukup besar dibanding tahun sebelumnya, yakni sekitar 7,6 ribu hektare atau turun sekitar 16 persen dari 45,1 ribu hektare pada ATAP 2009 menjadi 37,4 ribu hektare. <br /><br />"Pengaruh cuaca yang terjadi pada akhir tahun 2010 juga menjadi penyebab turunnya produksi komoditas kedelai pada tahun ini," katanya. <br /><br />Selain kedelai, komoditas lainnya seperti kacang hijau juga mengalami penurunan produksi dari 1,3 ribu ton 2009 menjadi 1,1 ribu ton atau turun sekitar 13 persen dengan luas panen seluas 1,1 ribu ton dari 1,3 ribu ton tahun sebelumnya. <br /><br />Sementara jenis palawija yang mengalami peningkatan produksi cukup tinggi pada ARAM 2010 III adalah Jagung yang meningkat 21 persen atau 167 ribu ton dari 137 ribu ton tahun sebelumnya dengan luas panen seluas 43,8 ribu hektare. <br /><br />Selanjutnya kacang tanah meningkat 19 persen dari produksi sebelumnya 5,9 ribu ton menjadi 7 ribu ton pada 2010 dengan realisasi luas panen sebesar 5,5 ribu ton. <br /><br />BPS belum bisa memprediksi untuk beberapa komoditas baik itu luas panen, produksi dan produktivitas karena masih terjadi cuaca ekstrem yang masih akan terjadi pada 2011. <br /><br />"Kondisi cuaca pada 2010 sama halnya dengan 2011, jadi sulit untuk memprediksikan peningkatan hasil komoditas pada tahun ini," katanya. <br /><br />Meski masih terjadi cuaca yang tak bersahabat terhadap pertanian, pihaknya optimistis produksi palawija di provinsi paling ujung barat Indonesia itu akan meningkat apabila pemerintah Aceh melakukan berbagai program untuk peningkatan produksi di berbagai komoditas. <br /><br />"Kami yakin dengan program bantuan seperti pemberian bantuan bibit, pupuk, dan peningkatan pemahaman produksi bagi petani, upaya menyejahterkan petani dapat terwujud di masa mendatang,"ujarnya. (Eka/Ant)</p>