Program Vaksinasi Untuk Lansia Sudah di Mulai

oleh
Harsinto Linoh

SINTANG, KN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan program vaksinasi untuk lansia di Kabupaten sudah dimulai. Bahkan hingga saat ini, sekitar 500 lansia sudah divaksinasi tahap pertama.

Proses vaksinasi untuk 181,5 juta orang masyarakat penerima terus berjalan. Vaksinasi tahap dua sudah dimulai dengan target penerima kelompok lansia yang berumur 60 tahun ke atas.

“Lansia merupakan kelompok rentan karena kekebalan tubuhnya pun menurun seiring bertambahnya usia” ucap Sinto.

Lanjut Sinto, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang membuka pendaftaran vaksinasi lansia sejak 20 Maret 2021, lalu. namun ada kriteria atau persyaratannya. Yang diperbolehkan mendaftar untuk di vaksinasi, kategori lansia usia 60 tahun ke atas dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) domisili Kecamatan Sintang.

Hari ini, Senin 29 Maret 2021, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang kembali membuka pendaftaran untuk vaksinasi lansia dari pukul 09.00-15.00 wib di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Jalan Teluk Menyurai.

Untuk Kuota vaksinasi lansia gelombang pertama untuk 1000 orang. “Pendaftaran boleh diwakilkan oleh keluarganya dengan membawa bukti Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli domisili Kecamatan Sintang. Lalu Lansia yang layak mendapatkan vaksin harus genap berusia 60 tahun atau lebih,” ujar Sinto.

Selain itu Sinto juga menjelaskan perkembangan atau update data kasus Covid-19 di Kabupaten Sintang. Per 28 Maret 2021 kata Sinto, total kasus konfirmasi positif Covid-19 mencapai 886 orang dan 775 pasien sembuh.

Sementara pasien yang meninggal dunia ada 8 kasus dan 103 orang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang di Jalan YC Oevang Oeray Sintang.

Untuk Kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Sintang, didominasi oleh lansia dengan penyakit penyerta.

“Kami dari dinas kesehatan Kabupaten Sintang tidak henti-hentinya menghimbau kapada masyarakatn kabupaten Sintang untuk terus mematuhi protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah pusat” pungkas Sinto. (9s)