RS Rujukan Sintang, Provinsi Masih Penyumbang Dana Terkecil

oleh

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalbar, Inosensius membenarkan terkait pembangunan Rumah Sakit Rujukan Sintang, alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalbar masih sangat sedikit dibanding Kabupaten Sintang dan pemerintah pusat. <p style="text-align: justify;">”Setelah dihitung sampai saat ini, ternyata porsi terkecil dari provinsi dibanding pusta dan Kabupaten Sintang yang telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit,” kata Ino, kepada kalimantan-news belum lama ini.<br /><br />Politisi Partai Golkar dari Dapil 7 ini mengatakan sejak 2007 lalu sudah dipetakan berapa sebenarnya kebutuhan anggaran untuk pembangunan rumah sakit itu hingga bisa operasional dengan layak.<br /><br />”Diperkirakan total dana yang dibutuhkan adalah Rp 40 miliar,” tukasnya.<br /><br />Rumah sakit rujukan di Sintang kedepan sangat diharapkan mampu menjadi penunjang sarana kesehatan di wilayah timur kalbar sehingga masyarakat tidak jauh-jauh pergi ke Pontianak untuk mencari kesembuhan.<br /><br />Soal usulan melakukan pinjaman daerah untuk menyelesaikan rumah sakit itu, ia mengatakan bisa saja dilakukan sepanjang tidak menyalahi prosedur.&lt;br /><br />”Saya kira sah-sah saja sepanjang prosedural karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” kata dia.<br /><br />Tahun ini dari APBD murni 2011 Provinsi Kalbar, rumah sakit ini tidak mendapatkan alokasi anggaran sehingga penyelesaiannya menjadi tersendat.<br /><br />Namun Ino meyakinkan kalau ia dan rekan-rekannya akan tersu berjuang agar dalam anggaran perubahan mendatang, tambahan dana untuk penyelesaian rumah sakit rujukan itu bisa dialokasikan.<br /><br />”Paska reses lalu saya sudah langsung membuatkan proposal lengkap dan langsung menemui Kepala Dinas Kesehatan untuk mengalokasinya dalam anggaran perubahan, bahkan sebelumnya ketika pembahasan anggaran lalu sudah pula kami usulkan, namun beum terakomodasi, yang jelas kami tetap akan perjuangkan di perubahan nanti,” imbuhnya.<br /><br />Ia meyakinkan kalau keberadaan rumah sakit rujukan itu adalah kebutuhan mendesak di wilayah timur yang jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan dari rumah sak8it milik provinsi yang ada di Pontianak.<br /><br />”Makanya kami tetap ngotot kalau provinsi paling tidak bisa memberikan porsi yang besar untuk penyelesaian pembangunan rumah sakit itu,” tukasnya. <strong>(phs)</strong></p>