SDLB Tanjung Kekurangan Guru Autis

oleh

Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Pelita Hati Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan hingga saat ini belum memiliki guru spesialis anak autis. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala Sekolah SDLB Negeri Pelita Hati, Gunadi, jumlah siswa autis memang masih kecil yakni 5 orang namun untuk penanganannya lebih baik jika dilakukan guru terapi autis.<br /><br />"Untuk sementara anak penderita autis ditangani oleh guru lain yang bukan spesialis terapi autis," jelas Gunadi, Kamis di Tanjung.<br /><br />Selain kekurangan guru spesialis autis, sekolah dasar luar biasa satu-satunya di Tabalong ini juga belum memiliki guru tuna rungu.<br /><br />Dari jumlah siswa SDLB Negeri Pelita sebanyak 71 siswa, hanya memiliki dua guru tuna grahita, tiga guru tuna rungu, satu guru agama, satu guru tuna daksa dan dua guru tuna laras.<br /><br />"Jumlah guru di SDLB ini hanya 15 orang yakni 9 guru negeri dan 6 guru honor, namun hanya delapan guru spesialis pendidikan luar biasa," tambah Gunadi.<br /><br />Gunadi mengungkapkan telah mengajukan penambahan guru pendidikan luar biasa (PLB) baik untuk autis maupun tuna rungu ke Dinas pendidikan Tabalong.<br /><br />Termasuk mengusulkan lab atau ruang kelas khusus anak penderita autis karena selama ini para penderita autis masih bergabung dengan cacat lainnya.<br /><br />"Sebenarnya anak autis harus dipisahkan dengan anak penderita cacat lainnya, karena kita kekurangan ruang kelas dan belum ada lab khusus autis terpaksa digabung," jelasnya lagi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>