MELAWI-KN. Saat isu ketahanan pangan masih kerap berhenti di meja rapat, Polres Melawi justru memilih turun ke tanah. Tanpa menunggu seremoni, jajaran kepolisian ini tancap gas memperluas lahan jagung sebagai wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Komitmen itu tidak berhenti pada panen simbolik. Usai panen beberapa waktu lalu, Polres Melawi langsung mengolah kembali lahan dan menambah luasan tanam di sejumlah titik strategis di jantung Kota Melawi.
Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla menegaskan, ketahanan pangan harus dijalankan dengan kerja konkret, bukan jargon.
“Begitu panen selesai, lahan langsung kami siapkan kembali. Minggu ini penanaman terus berjalan, sekaligus penambahan lahan,” tegas AKBP Harris, Rabu (21/1/2026).
Saat ini, lahan jagung dikelola di belakang Kantor Dinas Sosial, Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Pendidikan, belakang Kantor Bupati Melawi, hingga area belakang Mapolres Melawi. Seluruhnya dioptimalkan agar tidak menjadi lahan tidur.
Salah satu lahan yang kembali siap tanam berada di belakang Dinas Sosial. Lahan tersebut dikelola personel gabungan Sie Propam, Sie Keuangan, Sie TIK, dan Sie Humas. Tahap awal dimulai dengan penaburan pupuk kandang sebagai persiapan tanam.

Harris menegaskan, pengelolaan lahan tidak hanya menjadi tanggung jawab satuan tertentu. Wakapolres, para Kabag, Kasat, Kasi, hingga Kapolsek jajaran diwajibkan mengelola lahan yang telah ditetapkan.
“Setiap pimpinan kami beri tanggung jawab langsung. Ini bukan proyek sesaat, tetapi kerja berkelanjutan,” ujarnya.
Langkah Polres Melawi ini sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Dari lahan-lahan kosong di sekitar kantor pemerintahan, Polres Melawi menunjukkan bahwa keberpihakan pada pangan nasional bisa dimulai sekarang, di sini, dan dengan kerja nyata.
“Semangat kami jelas. Program ini akan terus berjalan dan kami kawal,” pungkas Kapolres. (Ira)














