Tak Mampu Tahan Banjir, Senen Turut Komentari Pembangunan Geobag

- Jurnalis

Senin, 28 November 2022 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Sintang, Senen Maryono

i

Anggota DPRD Sintang, Senen Maryono

SINTANG, KN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono turut mengomentari keberadaan geobag di Sepanjangan bantaran Sungai Kapuas di  Kawasan Kampung Ladang, Kecamatan Sintang Kota yang dinilai masyarakat tak berfungsi sebagaimana mestinya.

Menurut Senen, bahwa memang benar geobag yang dibangun Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan biaya hingga puluhan miliar tersebut tak berfungsi dengan efektif menahan banjir, sehingga kawasan di Kampung Ladang masih terendam banjir.

“Menurut pantauan saya geobag ini hanya kelihatan rapi dan bersih di sepanjang jalan Kampung Ladang dan itupun hanya waktu tidak musim hujan atau tidak musim banjir,” ujar wakil rakyat Dapil Sintang Kota ini, Senin (28/11/2022).

Waktu musim banjir justru kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini memang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, tapi malah menggangu keluar masuk air ke jalan maupun lingkungan pemukiman warga.

“Apa yang dikeluhkan warga sekitar terkait geobag yang tak mampu menahan banjir dan ketika banjir surut menghalangi lumpur untuk keluar ke aliran Sungai Kapuas memang benar adanya. Sehingga kubangan lumpur pun terjadi di sepanjang jalan Kampung Ladang yang terdampak banjir beberapa waktu lalu,” ujar Senen.

Bahkan Senen menilai, anggaran yang begitu besar dikeluarkan Pemerintah Pusat (Pempus) untuk geobag tersebut dirasanya lebih bermakna apabila dianggarkan untuk pemeliharaan dan peninggian jalan.

“Akan lebih dirasakan manfaatnya kalau untuk pemeliharaan dan meninggikan jalan yang rusak yang sangat rendah permukaannya, sebab kadang banjir sedikit saja banyak jalan yang terendam karena permukiman yang terlalu rendah,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, banjir yang melanda Kampung Ladang, Kecamatan Sintang Kota memang sudah berangsur surut. Hanya saja, lumpur bekas genangan air membekas hampir di sepanjang jalan tersebut.

Penyebabnya dikarenakan lumpur-lumpur itu tertahan oleh geobag, sehingga saat air mulai surut, lumpur itu tak bisa terikut arus ke aliran Sungai Kapuas membuat jalan di Kampung Ladang seperti kubangan lumpur.

Hal ini pula yang menjadi keluhan masyarakat di sekitar. Mereka harus kerja bakti untuk membersihkan lumpur tersebut. Warga sekitar pun menilai pembangunan Geobag ini tak sesuai harapan, padahal sudah menelan anggaran capai Rp28 miliar. (pul)

Berita Terkait

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang
Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Prioritas Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur di Tengah Pemotongan Dana Pusat
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Pemotongan Dana Transfer Pusat Tak Pengaruhi Gaji Pegawai
Ketua DPRD Sintang Apresiasi Sinergi Eksekutif dan Legislatif dalam Pengesahan APBD 2026

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:32 WIB

Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000

Senin, 1 Desember 2025 - 19:26 WIB

Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54

Senin, 1 Desember 2025 - 08:39 WIB

Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang

Jumat, 28 November 2025 - 20:24 WIB

Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita

Berita Terbaru