Tangani Banjir Sintang, Kasdam Tanjungpura Siap Kirim Perahu dan Dokter

oleh
Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Djauhari, S.E., M.M bertemu dengan Satuan Tugas Penanganan Bantingsor Kabupaten Sintang, Selasa 16/11/2021

SINTANG, KN – Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Djauhari, S.E., M.M bertemu dengan Satuan Tugas Penanganan Bantingsor Kabupaten Sintang di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang pada Selasa, 16 November 2021.

Hadir dalam pertemuan tersebut Pejabat Utama Kodam XII/Tanjungpura yang memang mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura ke Kabupaten Sintang.

Sementara di jajaran Satgas Bantingsor Kabupaten Sintang, Wakil Ketua Satgas Yosepha Hasnah, Penanggungjawab Lapangan Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono serta anggota satgas yang lainnya.

Perwira tinggi yang sebelumnya menjabat sebagai Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Jahpers tersebut, memberikan pengarahan dan saran kepada Tim Satgas Bantingsor Kabupaten Sintang dalam menangani korban banjir.

“penanganan korban banjir secara khusus anak-anak dan lansia harus serius. Penyaluran bantuan juga harus rapi, jangan sampai tumpang tindih antara instansi. Penyaluran bantuan harus tercatat rapi. Warga yang rumahnya terendam banjir namun tidak mau mengungsi karena takut barangnya hilang, maka saya minta ada patroli pakai perahu karet ke lokasi banjir. Itu untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat” pesan Brigjen TNI Djauhari.

Brigjen TNI Djauhari khawatir ada yang memanfaatkan kondisi kekosoangan rumah korban banjir. Yang lain saya lihat sudah bagus penanganan korban banjir ini.

“Kalau perlu kapal atau perahu bilang saya, akan saya kirim dari Pontianak. Perahu nanti juga dimanfaatkan juga untuk memacu vaksinasi covid-19, supaya perahu lebih bermanfaat. Kalau perlu tempat pengungsian juga dijadikan lokasi vaksinasi” pinta Brigjen TNI Djauhari.

Brigjen TNI Djauhari mengatakan datangi lokasi pengungsi, lakukan vaksinasi. Kita terus kejar target vaksinasi ini sampai akhir tahun. Kalau bisa diatas 50 persen capaian vaksinasi covid-19.

“Banjir ini kita tidak tahu kapan surutnya. Saya tidak asing di Sintang ini. Tahun 2011 sampai 2013 saya sering ke sini. Memperhatikan faktor kesehatan ini penting, baik saat banjir maupun pasca banjir. Banyak penyakit yang akan timbul. Terus lakukan pelayanan keliling menyasar korban banjir” pinta Brigjen TNI Djauhari.

Jadi yang kurang di Sintang saat ini perahu karet dan terpal, yang lain sudah cukup. Kita maklumi kalau mereka mengungsi harus yang terdekat dengan rumahnya yang terendam banjir, kita paham dengan mereka. Itu ndak bisa kita larang. Termasuk PNS dan anggota TNI juga mungkin banyak yang jadi korban banjir ini ya. Rumah pasi di korem juga banyak yang terendam banjir.

“Menangani bencana ini jangan salah menyalahkan. Saya tidak mau ada di Sintang antar instansi saling menyalahkan. Kita pikul bersama-sama. Tidak boleh menyalahkan pemda, kepolisian, TNI dan yang lainnya” tegas Brigjen TNI Djauhari.

Terkait data, Brigjen TNI Djauhari minta semua data harus sama semua instansi. Saya sengaja belum pulang, saya mau bertemu satgas penanganan banjir di Sintang ini. Saya lihat semua tim bersatu. Saya datang ke sini bukan mau marah-marah. Saya mau bantu korban banjir disini. Mau bantu tim satgas disini. Saya punya 11 dokter baru di Kodam, kalau kurang di sini, saya siap kirim” terang Brigjen TNI Djauhari.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Harisinto Linoh menjelaskan bahwa satgas perlu perahu kecil yang bisa masuk ke gang-gang untuk menyasar warga yang masih bertahan di lantai dua rumahnya atau loteng.

“perahu karet memang masih kurang, sementara petugas medis kita berkeliling memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang memang masih bertahan di rumahnya” terang Harisinto Linoh. (S2/D2)