Tapal Batas Barut-Mura Tak Sesuai Survei

oleh
oleh

Tapal batas Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya yang ditetapkan melalui surat Gubernur Kalimantan Tengah, Teras Narang berada di sekitar kilometer 55 ruas jalan negara Muara Teweh-Puruk Cahu dinilai tidak sesuai dengan hasil survei. <p style="text-align: justify;"><br />"Meski kami belum menerima surat Gubernur Kalteng mengenai penegasan tapal batas antara Kabupaten Barito Utara (Barut) dan Murung Raya (Mura) itu, titik koordinat yang ditetapkan tidak sesuai dengan hasil survei kedua tim tata batas kedua pemerintahan itu," kata Asisten Pemerintahan Pemkab Barito Utara, Langkap Umar di Muara Teweh, Selasa. <br /><br />Tata batas wilayah administrasi itu sesuai surat Gubernur Kalteng Nomor 130/27/Adpum tentang penegasan batas daerah tertanggal 10 Januari 2011 yang menetapkan batas darat pada titik koordinat LS 005,135,5 dan BT 114,3910,8 atau di kawasan kilometer 55 jalan negara Muara Teweh-Puruk Cahu. <br /><br />Sedangkan batas wilayah di sungai terletak pada titik koordinat LS 004 332,11, BT 114,4912 dan LS 000 4324,59, BT 1145103,6.Surat Gubernur Kalteng itu telah diterima Pemkab Murung Raya, namun Pemkab Barito Utara belum menerima. <br /><br />Menurut Langkap, semestinya Pemprov Kalteng dalam mengeluarkan surat penegasan tapal batas itu melakukan koordinasi dengan Pemkab Barito Utara, sehingga tidak ada wilayah daerah yang berkurang atau dirugikan. <br /><br />"Kami belum bisa menanggapi tapal batas itu karena sampai sekarang belum menerima surat tersebut, namun yang pasti penetapan itu tidak sesuai dengan hasil survei," katanya didampingi Kepala Bagian Tata Pemerintahan pemkab setempat,Vharia Sinseng. <br /><br />Langkap mengatakan, pihaknya juga belum menyatakan keberatan terhadap tapal batas yang ditetapkan melalui surat Gubernur Kalteng itu, karena kalau surat sudah diterima akan disampaikan kepada Bupati Barito Utara, Achmad Yuliansyah guna diambil langkah selanjutnya. <br /><br />"Jadi keberatan atau tidak nantinya tergantung keputusan bupati Barito Utara," kata Langkap. <br /><br />Merugikan <br /><br />Langkap menjelaskan, tapal batas yang ditetapkan tersebut tentunya sudah merugikan luas wilayah Kabupaten Barito Utara, apalagi selama ini Kabupaten Murung Raya merupakan kabupaten pemekaran dari Barito Utara yang luasnya 23.700 kilometer persegi atau lebih besar dari kabupaten induk hanya 8.300 km2. <br /><br />Selain itu di wilayah tersebut selama ini sudah ada empat desa eks transmigrasi yang puluhan tahun menjadi binaan pemerintah Kabupaten Barito Utara dan di kawasan kilometer 55 itu terdapat Desa Datai Nirui Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara. <br /><br />"Semestinya tapal batas itu ditetapkan tanpa ada yang dirugikan pada salah satu kabupaten," jelasnya. <br /><br />Asisten Pemerintah Pemkab Barito Utara itu mengatakan, kedua kabupaten paling utara di Kalteng ini pada tahun 2008 lalu telah memasang patok simpul titik awal batas wilayah sebelah barat bersama Kabupaten Kapuas, Kalteng. <br /><br />Patok batas wilayah tiga kabupaten itu ditetapkan berada di kawasan hutan lebat di Lungkuh Sungai Ketang dengan kode X 236891 dan Y 9904459 yang saat itu masih dipasang sebuah kayu bulat yang tanam ke tanah dan ujungnya diberi warna merah pada titik koordinat S.00? 51, 49.1 dan E.114? 38, 09.3. <br /><br />Ditetapkannya titik koordinat tata batas yang berada di kawasan pegunungan ditengah-tengah hutan belentara itu dilakukan oleh tim survei dari Pemkab Barito Utara, Murung Raya dan Kapuas bersama Pemprov Kalteng. <br /><br />Patok batas wilayah itu merupakan rangkaian survei tata batas antara Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya yang dilakukan pada kawasan darat yaitu diawali dari kilometer 58 jalan negara Muara Teweh-Puruk Cahu. <br /><br />Berdasarkan hasil survei sementara tata batas kedua kabupaten di pedalaman Sungai Barito itu melibatkan pihak kecamatan yakni Kecamatan Lahei, Barito Utara dan Kecamatan Laung Tuhup, Murung Raya titik tata batas di awali dari Sungai Dalit (anak Sungai Barito). <br /><br />Kemudian tim survei menyusuri sungai tersebut hingga tembus jalan darat di kilometer 58 tersebut kemudian mengikuti jalan darat itu hingga kilometer 64 berada di kawasan pemancar transmisi PT Telkom. <br /><br />"Jadi tata batas darat wilayah Barito Utara dan Murung Raya itu berada di kawasan kilometer 58 Jalan Negara Muara Teweh Puruk Cahu," kata Langkap. <br /><br />Tahun 2004 , tata batas wilayah darat sudah disepakati saat itu masing-masing kepala desa antara Desa Sei Rahayu II Kecamatan Teweh Tengah,Barito Utara dan Desa Bahitom Kecamatan Murung, Murung Raya yaitu di jalan negara Muara Teweh-Puruk Cahu kilometer 63/64. Namun kesepakatan batas wilayah yang melibatkan para tokoh masyarakat dan kades serta masing-masing camat ketika itu Camat Teweh Tengah di jabat H Ferry Kusmiadi dan Camat Murung H Yoseph Stalin almarhum itu belum ada kesepakatan antara Bupati Barito Utara, Achmad Yuliansyah dan Bupati Murung Raya, Willy M Yoseph.<strong> (das/ant)</strong></p>