Tiga Titik Panas Terpantau Di Kalbar

oleh

Sekitar tiga titik panas terpantau melalui satelit "National Oceanic and Atmospheric Administration" atau NOAA 18 Singapura, yang tersebar di tiga kabupaten Provinsi Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">Kepala Sub Bidang Konservasi Badan Lingkungan Hidup Daerah Kalbar Madison di Pontianak, Jumat (04/03/2011) mengatakan, ketiga titik panas terpantau melalui satelit NOAA 18 dari ASMC Singapura pada Kamis (03/03/2011). <br /><br />Ketiga titik panas tersebut, yakni satu titik di Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, satu titik di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang dan satu titik lagi di Kecamatan Nanga Serawai Kabupaten Sintang, kata Madison. <br /><br />Sementara, Selasa (01/03/2011) terpantau sebanyak satu titik panas di Kecamatan Benua Martinus Kabupaten Kapuas Hulu. Rabu (02/03/2011) sebanyak empat titik panas, yakni di Kabupaten Ketapang tiga titik panas dan satu titik panas di Kecamatan Kakap, Kabupaten Kubu Raya. <br /><br />"Untuk ISPU (indeks standar pencemaran udara, red) di Kota Pontianak dan sekitarnya masih baik atau masih normal," ujarnya. <br /><br />Sebelumnya, Prakirawan Badan Meteorologi dan Geofisika Supadio Pontianak Sri Ningsih memperkirakan asap yang muncul dalam beberapa hari terakhir ini karena kegiatan pembakaran skala kecil. <br /><br />Menurut dia lagi, cuaca panas di Kota Pontianak dan sekitarnya dalam sepekan terakhir sebagai dampak adanya tekanan rendah di sebelah barat Australia yang merupakan bibit badai. <br /><br />Konsentrasi awan saat ini ke sebelah selatan khatulistiwa, sehingga jika terjadi hujan di selatan Kalbar adalah di Kabupaten Ketapang dan sekitarnya. <br /><br />"Tetapi sebenarnya dari pantauan kami, di Kota Pontianak pada tanggal 1 – 4 Maret ada peluang hujan ringan," katanya. <br /><br />Peluang hujan itu tidak terasa, karena ada sedikit asap yang menyelimuti langit Kota Pontianak dan sekitarnya. <br /><br />Dia menambahkan, perubahan musim dari hujan ke kemarau, tidak begitu dirasakan di Kalbar, karena di provinsi tersebut hampir sepanjang tahun tetap akan ada hujan yang diselingi dengan cuaca panas. <br /><br />Menurut dia lagi, hingga April mendatang untuk Kalbar secara keseluruhan, masih ada hujan. Intensitasnya akan turun pada Mei hingga Agustus. Sementara untuk Maret, masih dalam keadaan normal dengan intensitas 300 mililiter. <strong>(phs/Ant)</strong></p>