MELAWI–KN. Pemerintah Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, membuktikan kualitas tata kelola pemerintahannya di level nasional. Desa ini sukses meraih peringkat III Lomba Desa dan Kelurahan kategori Tata Kelola Pemerintahan Desa tingkat Nasional Regional III Tahun 2025.
Atas capaian bergengsi tersebut, Pemerintah Desa Paal menggelar tasyukuran sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi, yang dipusatkan di kediaman Kepala Desa Paal, H. Sukarman, di Jalan Juang Km 2, Nanga Pinoh, Rabu (28/1/2026). Kegiatan di Hadiri Sekretaris Daerah, Drs. Paulus, Tokoh Daerah, Drs. Kluisen, tokoh agama, tokoh masyarakat serta sejumlah pejabat daerah di lingkungan Pemerintah Melawi.
Penghargaan nasional itu diterima langsung oleh Kepala Desa Paal, H. Sukarman, pada peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Boyolali, Jawa Tengah. Prestasi ini sekaligus mencatatkan Desa Paal sebagai desa pertama di Kabupaten Melawi yang mampu menembus tiga besar lomba desa tingkat nasional.

Kepala Desa Paal, H. Sukarman, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan kerja individu, melainkan hasil sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi, khususnya DPMD Provinsi, Pemerintah Kabupaten Melawi, DPMD Melawi, Kecamatan Nanga Pinoh, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja bersama dan memberikan dukungan penuh selama proses lomba,” ujar Sukarman.
Menurutnya, penghargaan nasional ini menjadi bukti bahwa desa di daerah mampu bersaing dan menunjukkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, menyebut prestasi Desa Paal sebagai capaian besar yang patut dibanggakan seluruh masyarakat Melawi.
“Ini prestasi yang sangat luar biasa. Hingga saat ini, baru Desa Paal yang berhasil mengharumkan nama Melawi di ajang lomba desa tingkat nasional. Ini menjadi kebanggaan kita bersama,” tegas Paulus.
Ia menekankan bahwa penghargaan tersebut tidak boleh berhenti sebatas seremoni dan piala.
“Prestasi ini harus menjadi pemicu semangat untuk terus berkembang. Kita berharap akan ada kontribusi dan perhatian lebih dari pemerintah provinsi maupun kabupaten dalam pembinaan Desa Paal ke depan,” lanjutnya.
Paulus juga menilai, keberhasilan Desa Paal harus menjadi role model bagi desa-desa lain di Melawi.
“Ini contoh konkret bahwa desa mampu maju jika tata kelola pemerintahannya kuat, pelayanan publiknya baik, dan masyarakatnya dilibatkan secara aktif,” pungkasnya.
Dengan capaian ini, Desa Paal tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga mempertegas bahwa desa adalah ujung tombak pembangunan, sekaligus aktor penting dalam memperkuat kualitas pemerintahan dari tingkat paling bawah. (Ira)














