Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan terus mendorong agar masyarakat pedalaman bisa memanfaatkan salah satu kekayaan alam yang ada di sekitar perkampungan berupa banyaknya sungai-sungai kecil untuk energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. Wabup menyadari kawasan pedalaman, pada 50 tahun lagi sekalipun belum akan menikmati listrik yang disediakan oleh negara melalui PLN. Selain jauh dari pusat pemerintahan, faktor jarak dan perkampungan yang terpisah-pisah kemungkinan menjadi faktor sulitnya PLN masuk ke pedalaman. <p style="text-align: justify;">“dengan membangun PLTMH mempunyai efek yang sangat baik, selain membangun kebersamaan di dalam masyarakat, juga hukumnya wajib bagi masyarakat yang membangun PLTMH untuk memelihara hutan di sekitar lokasi PLTMH, dalam rangka menjaga agar debit air sungai bisa stabil. Kalau hutannya gundul, tentu suatu saat air sungai akan berkurang dan PLTMH bisa mengalami kegagalan” terang Wabup.<br />Melihat fakta tersebut, Wabup berpendapat memanfaatkan kekuatan air untuk energi listrik menjadi jalan alternatif terbaik bagi masyarakat untuk bisa menikmati listrik murah. Apalagi untuk kawasan Tempunak Hulu, PLTMH sudah banyak sukses sehingga bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan saat meninjau perkembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) milik kelompok Cahaya Bersatu yang beranggotakan masyarakat dua dusun yakni Dusun Serpang dan Dusun Sungai Batuk Desa Jaya Mentari, pada Senin, 9 Mei 2011. <br />PLTMH yang dibangun oleh 34 KK tersebut dengan membendung Sungai Buang Hulu yang berdiameter 2 meter, dikeliling tebing yang tinggi, dan berjarak 2 KM dari perkampungan. Tatoi selaku Wakil Ketua Kelompok Cahaya Bersatu dihadapan Wakil Bupati Sintang menjelaskan bahwa pengerjaan PLTMH sudah dimulai sejak 16 Januari 2010 yang lalu. “kami untuk pertama kali mengumpulkan dana 500 ribu per KK, kami juga memungut 50 ribu perbulan dan 5 ribu perminggu, sehingga sejak Mei 2011, kami sudah mengeluarkan anggaran sebesar 183 juta. Kami bekerja setiap hari sabtu. Selama ini kami sudah menghabiskan 258 zak semen dan 31 batang paralon 12 inchi. Yang belum ada sama sekali yakni kabel, turbin, dan generator. Kami sangat berharap ada bantuan dari Pemkab Sintang” jelas Tatoi. <br /> Menanggapi permintaan masyarakat, Wabup berjanji akan memberikan bantuan dana kepada kelompok masyarakat Cahaya Bersatu. “saya ingin mengatakan bahwa saya salut dan bangga atas semangat kerja, kemandirian, dan kebersamaan yang sudah ditunjukan masyarakat disini. Saya sangat ingin membantu masyarakat disini yang sudah secara swadaya memulai membangun PLTMH secara mandiri. Namun, saya juga memiliki keterbatasan dana, begitu juga APBD kita, tetapi percayalah, kami akan berusaha mencari dana. Saya juga mengingatkan agar masyarakat yang baru mau memulai dan sedang membangun PLTMH untuk selalu belajar pada PLTMH yang sudah sukses, di daerah ini sudah banyak tempat untuk belajar dengan demikian kita akan meminimalisir kemungkinan gagal dalam membangun sebuah PLTMH” terang Wabup. <br /> Di Desa Jaya Mentari Kecamatan Tempunak sudah ada dua kelompok masyarakat yang membangun PLTMH, salah satunya di Dusun Petinggi Arai sudah berhasil dengan baik dan listrik sudah menyala siang dan malam berkat adanya PLTMH. Kisah sukses juga dialami masyarakat Dusun Tembak Desa Gurung Mali Kecamatan Tempunak yang sudah menikmati listrik siang malam. Saat ini ada sekitar 12 kelompok masyarakat di wilayah Tempunak Hulu yang sedang dalam proses membangun PLTMH. <br /><br /><br /></p>














