Wagub Kalbar : Kabupaten/Kota Serahkan Rencana Induk Pembangunan

oleh

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sandjaya meminta kepada seluruh kabupaten/kota di provinsi itu untuk segera menyerahkan rencana induk pembangunan daerahnya masing-masing. <p style="text-align: justify;">"Saya minta draf rencana induk tersebut sudah terkumpul pada Kamis (10/03/2011) mendatang," kata Christiandy di Pontianak, Kamis (03/03/2011). <br /><br />Menurut Christiandy, penyerahan rencana induk tersebut tidak hanya proyek dengan nilai Rp1 triliun yang dimasukkan tetapi juga keseluruhan. <br /><br />"Seluruh rencana proyek dengan nilai ratusan juta rupiah juga harus dimasukkan," tegas Mantan Kepala Sekolah SMK Immanuel Pontianak itu. <br /><br />Ia menilai, rencana induk tersebut nantinya diperuntukkan bagi proses percepatan pembangunan di masing-masing kabupaten/kota. <br /><br />"Untuk itu masing-masing pemerintah daerah dalam rencana induk itu harus memuat proyek yang menarik bagi investor," kata Christiandy. <br /><br />Dengan begitu, lanjutnya, ketika ada investor yang tertarik tentu akan memberikan efek baik bagi pembangunan di daerah tersebut. <br /><br />"Kalau hanya proyek yang digunakan untuk pelayanan masyarakat saja itu bisa melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," katanya. <br /><br />Ia berharap juga kepada seluruh sekretaris daerah serta kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di masing-masing kabupaten/kota agar dapat memerhatikan hal tersebut khususnya ketepatan waktu penyerahan rencana induk itu. <br /><br />Sementara itu, Bupati Sanggau Setiman H Sudin meminta kepada pemerintah provinsi untuk mengkoordinir pertemuan dalam rangka penyusunan rencana induk tersebut. <br /><br />"Kami juga minta untuk diberikan waktu, diharapkan sebelum tanggal 10 Maret sudah dipersiapkan," katanya. <br /><br />Tidak hanya itu, kata dia, diharapkan sebelum tanggal itu draf sudah terkumpul. Sehingga ketika ada kesalahan atau kekurangan pada rencana induk yang diserahkan itu dapat dilakukan perbaikan. <br /><br />"Nantinya jika sudah diperbaiki baru kemudian dikompilasikan dengan pemerintah provinsi," kata Setiman. <br /><br />Pemerintah Provinsi Kalbar sendiri pada pertemuan akhir dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru mencatat satu proyek besar pengembangan smelter aluminium senilai 1,2 juta dolar AS di Kabupaten Pontianak oleh PT Aneka Tambang. Padahal, menurut Bupati Sanggau, di wilayahnya perusahaan yang sama juga sudah merencanakan investasi senilai Rp 2,7 triliun di Tayan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>