SINTANG, KN – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten di Sintang yang membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tahun 2027 memiliki arti yang sangat penting, karena menjadi tahap awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih strategis, terarah, dan disiplin dalam menentukan prioritas pembangunan.
Menurutnya, kondisi pembangunan saat ini menuntut pemerintah daerah untuk bergerak lebih lincah dan antisipatif melalui langkah-langkah konkret, guna meminimalisir berbagai potensi dampak negatif di masa mendatang.
“Perencanaan yang kita susun harus mampu menjawab tantangan dan benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam forum Musrenbang tersebut, juga ditekankan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan, program, serta implementasi di lapangan. Hal ini dinilai menjadi kunci utama dalam mencapai target pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Krisantus menyampaikan bahwa capaian pembangunan Kalimantan Barat hingga tahun 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,39 persen, melampaui rata-rata nasional. Selain itu, angka kemiskinan berada pada level 6,16 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat juga terus meningkat dan kini mencapai angka 72,09. Capaian ini menunjukkan adanya kemajuan di berbagai sektor pembangunan, termasuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak berpuas diri atas capaian tersebut. Justru, hasil positif ini harus dijadikan dasar untuk menyusun perencanaan yang lebih matang dan berdampak luas.
Pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 ini, diharapkan seluruh program pembangunan yang dirancang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pembangunan di Kalimantan Barat diharapkan semakin inklusif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.











