Warga Keluhkan Listrik PLN Sering Padam

oleh

MELAWI – Pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di wilayah Nanga Pinoh sangat mengecewakan masyarakat. Pasalnya beberapa bulan belakangan ini pemadaman secara tiba-tiba sangat sering terjadi, khususnya di wilayah Desa Paal.

Salah satu Tokoh Masyarakat Desa Paal, H. Ali Akbar mengatakan, pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini tentu menjadi keresahan masyarakat. Yang mana pemadaman itu tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Jelas ini masalah. Apalagi dizaman modern seperti saat ini, semua hal sudah menggunakan listrik. Jadi alangkah naifnya, jika pelayanan PLN tidak baik seperti ini. sementara tagihan-tagihan PLN sangat dikejar, terlabat sedikit sudah didenda, dan terlambat satu dua bulan sudah dilakukan pemutusan,” ungkapnya dengan kesal, Senin (14/1).

Lebih lanjut Ali berharap, PLN untuk memperbaiki layanannya, beekerja sesuai dengan kemampuan dan tugas yang diberikan kepada Negara, jangan pernah mengecekan masyarakat. Jika terpadat masalah, segera ambil tindakan.

“Jangan menunggu masyarakat sudah ribut dan ada laporan baru mengambil tindakan. Harus tanggap dalam mempeerbaiki pelayanan,” paparnya.

Ali mengatakan, pemadaman tiba-tiba yang sangat sering terjadi itu sangat mengganggu sekali. Bahkah angin sepoi-sepoi saja listrik sudah padam , apalagi jika hujan lebat.

“Kalau diberitahu pemadaman itu, tentu ada antisipasinya, ini seenaknya aja main padamkan,” cetusnya.

Ali mengatakan, yang lebih anehnya lagi, di daerahnya sering terjadi pemadaman sementara di daerah lain sangat jarang sekali. Kalau sudah seperti itukan artinya ada persoalan dan kesalahan yang ahrus dibenahi.

“Jadi jangan diam saja. Apakah tunggu sudah didemo masyarakat baru mau bergerak,” ucapnya.

Terpisah, Abri Amri sebagai pihak instalatir yang juga pemerhatian penerangan mengatakan, terkait pemaddaman listrik tentu ada alasannya, seperti jaringan kotor. Yang tentu tidak bisa menyalahkan PLN, dan harusnya ada singkronisasi antara pemerintah dan PLN.

“Seperti camat dan kepala desa, harusnya bisa menghimbau kepada masyarakat untuk mengizinkan atau merelakan tanam pohon untuk dipangkas. Selama ini PLN ingin mengambil inisiatip menebang pohon, namun masyarakat tidak mau. Hal ini yang menjadi dimalakama,” paparnya.

Terkait pemadaman yang terjadibeeberapa bulan ini, khususnya di Desa Paal, itu karena Cut Out (CO) pemutusan aliran keluar untuk wilayah Mading dan Sungai Raya itu digabungkan dengan CO Desa Paal dimana CO tersebut terjadi di simpang Pasar Sayur dekat Puskesmas Lama.

“CO itukan untuk memutus aliran keluar. Jadi kalau diputusnya di SImpang pasar sayur tadi, otomatis di Gg Kenanga, Kuala Belian, Jalan Penddidikan serta wilayah Desa Paal lainnya akan ikut padam jika jika di daerah Mading dan Sungai Raya padam. Harusnya CO itu diletakan di posisi penyebarangan ke Sungai Raya dan Manding atau di Desa Tekelak,” paparnya.

Sementara itu, Menager PLN Rayon Nanga Pinoh, saat ingin dikonfirmasi sedang tidak ada ditempat. (Ed/KN)