Warga Nasrani Aksi Bersih-Bersih Sambut STQN

oleh

Warga Nasrani Banjarmasin, Sabtu, melakukan aksi bersih-bersih menyambut pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat nasional tahun 2011, yang berlangsung di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai 4 Juni mendatang. <p style="text-align: justify;">Aksi bersih-bersih itu, antara lain pada saluran terbuka (salter) atau drainase sepanjang jalan utama (protokol) serta sekitar tempat menginap duta-duta STQ nasional yang datang dari berbagai provinsi se Indonesia.<br /><br />Sejumlah umat Kristiani terdiri laki-laki dan perempuan sertau tua muda, tumpah ruah membersihkan salter/drainase serta pinggir jalan-jalan protokol di "kota seribu sungai" Banjarmasin.<br /><br />Seperti di sepanjang jalan A Yani dari batas kota atau Km6, warga non muslim itu dengan ceria dan sambil senda gurau mengangkat sidemen/tumpukan sampah dalam salter yang terdapat di kanan kiri jalanan tersebut.<br /><br />Warga Nasrani yang bekerja bakti aksi bersih-bersih lingkungan itu perutusan dari berbagai Jemaat yang ada di kota seribu sungai dan sebagai salah satu wujud toleransi dalam kehidupan antar ummat beragama.<br /><br />"Kami melakukan aksi bersih-bersih ini atas kesepakatan dan kemauan kami sendiri, bukan anjuran orang lain atau berdasarkan instruksi," ujar Fitria, salah seorang warga Kristiani Banjarmasin.<br /><br />Hal itu dilakukan agar pencitraan kota Banjarmasin bersih bila para tamu dari luar daerah datang ke kota tersebut. Pada gilirannya nanti diharapkan dapat memberi kenangan atau kesan yang baik bagi daerah lain, lanjutnya.<br /><br />Selain itu, sebagai salah satu wujud kerukunan antar umat antar agama, terutama antara kaum muslim dan nasrani, kata Fitria.<br /><br />Anggota Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel, H Riduan Masykur dari Partai Bintang Reformasi (PBR) menyambut positif kepedulian warga nasrani itu terhadap STQ, salah satu kegiatan keagamaan kaum muslim.<br /><br />"Kita berharap, kerukunan ini tetap terjaga dengan baik dan jika memungkinkan lebih ditingkatkan lagi," ujar anggota Komisi I DPRD Kalsel yang juga membidangi keamanan dan ketertiban masyarakat serta kesatuan bangsa itu.<br /><br />"Sebab terbentu dan terbinanya kerukunan, bermula dari hal yang kecil. Begitu pula munculnya permasalahan bermula dari masalah kecil, terlebih lagi kalau masalah kecil tersebut dibesar-besarkan," demikian Riduan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>