Sebanyak 92 muda praja pindahan dari Jatinangor, Jawa Barat, memulai kegiatan perkuliahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Mereka sangat disiplin. Dan ini yang kita harapkan, bahwa kedisiplinan juga diterapkan setelah mereka lulus nanti saat melaksanakan kewajiban serta tanggung jawab mereka sebagai pegawai negeri sipil di mana saja mereka bertugas," kata Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya saat meninjau lokasi IPDN Kubu Raya, Kamis.<br /><br />Wagub Christiandy Sanjaya sempat menyaksikan para muda praja tersebut melakukan kegiatan sebelum makan siang.<br /><br />Para muda praja dari seluruh Indonesia itu harus baris-berbaris dahulu dan melakukan upacara sebelum menyantap makan siang mereka.<br /><br />Wagub Kalbar disambut oleh Direktur IPDN Hasbullah Hasan dan sejumlah pejabat lainnya saat melihat kondisi ruangan yang digunakan muda praja Angkatan XXI tersebut, sekaligus angkatan pertama yang masuk IPDN Kalbar.<br /><br />Ada empat kamar di asrama putri, dan 7 kamar di asrama putra. Kompleks IPDN yang dahulu merupakan Unit Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Provinsi Kalbar itu, kini juga dilengkapi perpustakaan dan laboratorium serta sarana penunjang lainnya.<br /><br />Asisten Direktur III, Guruh Paryono melalui Kasubag Sub Pengasuh Muda Praja IPDN Kalbar, Nicolaus Prapaska menambahkan, selama menunggu kampus yang representatif selesai dibangun, 92 muda praja yang saat ini telah memasuki tingkat I semester II itu setiap hari telah mengikuti aturan pengasuhan standar Kampus IPDN di Jatinangor yakni dimulai dari pukul 04.30 – 21.30 WIB.<br /><br />"Semua sama dengan standar kampus IPDN hanya dibedakan lokasinya saja. Namun kesemuanya dilakukan dengan kedisiplinan yang sangat tinggi," jelas Nikolaus.<br /><br />Ia menambahkan, dalam keseharian, selain mendapatkan pendidikan, mereka juga menerapkan tingkat keamanan, kerapian bahkan disiplin saat makan melalui aturan tetap yang harus dipatuhi oleh seluruh praja.<br /><br />"Jadwal jaga siswa per dua jam sudah ada aturannya dan dilakukan bergiliran, begitu juga saat para praja menjalankan aktivitas pendidikan di kelas, tetap ada petugas yang dipilih bergantian dari praja itu sendiri," katanya.<br /><br />Sementara tenaga pendidik, sudah ada kesepakatan dengan Universitas Tanjungpura Pontianak, dan juga terdapat beberapa dosen tamu dari Kampus IPDN Jatinangor.<br /><br />Selain di Kalbar, juga terdapat kampus serupa di beberapa kota lainnya seperti Sumatera di Bukit Tinggi dan Pekanbaru, Sulawesi di Manado dan Makassar, NTB di Lombok dan September 2011 ini akan kembali dibuka IPDN di Jayapura. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














