Puluhan supir angkutan kota yang ada di Kota Sanggau mendatangi dinas perhubungan, informasi dan komunikasi (Dishubkominfo) Sanggau, menuntut dibangunya fasilitas halte di terminal baru komplek Pasar Rawa Bangun (RB). Sebelum mereka diminta untuk kembali beroperasi di terminal yang baru tersebut, karena pembangunan halte akan berpengaruh pada pendapatan seluruh supir angkutan kota yang ada. <p style="text-align: justify;">Koordinator para supir Rahmad, ketika dikonfirmasi Tribun disekitar kantor dinas perhubungan mengatakan, dirinya bersama puluhan supir angkot tersebut sebelumnya pernah pindah ke terminal komplek Pasar Rawa Bangun. Namun karena pendapatan mereka mengalami penurunan sampai 50 persen maka mereka sepakat kembali ke terminal lama yang sudah mereka tempati selama ini.<br /><br />“Pendapatan kami menurun sampai 50 persen di terminal komplek Pasar Rawa Bangun, jika biasanya bisa mendapat Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu. Di terminal yang baru kami hanya bisa mendapatkan Rp 70 ribu, karena alasan tersebut maka kami hanya bisa beroperasi selama dua minggu di terminal Rawa Bangun setelah itu kami kembali ke terminal yang lama,” tandasnya, Kamis (23/6).<br /><br />Dengan pembangunan beberapa fasilitas pendukung seperti tuntutan para supir angkot menurutnya, maka diharapkan pendapatan para supir bisa tetap seperti semula ketika belum dilakukan pemindahan. Dan jika pemkab tidak bisa membangun fasilitas seperti yang diminta maka supir angkot menolak untuk turut direlokasi ke terminal komplek Pasar Rawa Bangun.<br /><br />Karena tidak mendapat jawaban atas tuntutan yang disampaikan oleh kepala dinas perhubungan Kabupaten Sanggau. Puluhan supir angkot tersebut memilih untuk membubarkan diri, karena mereka sudah menunggu sejak pagi sekitar pukul 8.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Karena kepala dinas perhubungan sedang melakukan rapat rencana upaya kembali merelokasi seluruh PKL yang ada di Kota Sanggau ke Pasar Rawa Bangun.<br /><br />Kepala dinas perhubungan, informasi dan komunikasi Kabupaten Sanggau Al Leysandri ketika dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, pihaknya tidak akan langsung memindahkan operasional angkutan kota dari terminal lama ke terminal yang baru. Sebelum fasilitas pendukung seperti yang diminta oleh supir disiapkan secara keseluruhan.<br /><br />“Kami memahami tuntutan supir angkutan kota tersebut, dan lima item tuntutan tersebut akan kita penuhi karena memang sudah menjadi tugas kita. Akan segera kita koordinasikan dengan bupati untuk pembangunanya, agar proses relokasi yang kita lakukan kali ini tidak gagal lagi seperti sebelumnya,” tandas Al Leysandri. <strong>(phs)</strong></p>










