MANOKWARI, KN – Musik Gerejawi Nusantara (MGN) Kabupaten Melawi dipercaya mewakili Provinsi Kalimantan Barat pada cabang Musik Gerejawi Nusantara dalam ajang Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 yang digelar di Manokwari, Papua Barat.
Pada penampilannya, kontingen Kalbar mendapat nomor urut tampil 08 dengan membawakan lagu daerah berjudul “Atiku Anga” (Hatiku Gembira) ciptaan Pdt. Paulus Timang, M.Th.
Penampilan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Dayak Kebahan dari Kabupaten Melawi di panggung nasional. Melalui lagu “Atiku Anga”, Kalimantan Barat tidak hanya menampilkan kualitas musikal, tetapi juga menghadirkan kekayaan bahasa, seni, dan nilai-nilai iman yang hidup di tengah masyarakat Dayak.
“Atiku Anga” merupakan lagu pujian dan penyembahan berbahasa Dayak Kebahan yang lahir dari kerinduan untuk memuliakan Tuhan melalui bahasa dan budaya lokal. Lagu ini menceritakan perjalanan iman seseorang yang mengalami kasih, pemeliharaan, dan keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus hingga hatinya dipenuhi sukacita dan damai sejahtera.
Syair lagu menggambarkan perjalanan hidup yang penuh air mata, namun berubah menjadi ungkapan syukur karena Tuhan Yesus senantiasa menjaga nafas kehidupan, memenuhi hati dengan damai, dan menjadi tempat yang kokoh untuk bersandar.
Keistimewaan lagu ini juga terlihat dari perpaduan budaya Dayak Kebahan yang dihadirkan dalam penyajiannya. Sukacita kepada Tuhan diwujudkan melalui tradisi bepantun, penyampaian firman Tuhan, serta iringan alat musik tradisional seperti kelenang, gong (ketawak), tumpak, dan kededek. Perpaduan tersebut menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat menjadi media yang indah untuk memuliakan Tuhan tanpa kehilangan identitas budaya leluhur.
Lagu “Atiku Anga” diangkat dari pesan firman Tuhan dalam Mazmur 150:3–6, yang mengajarkan bahwa seluruh ciptaan dipanggil untuk memuji Tuhan dengan berbagai alat musik dan dengan segenap nafas kehidupan.
“Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi… Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting… Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!”
Pencipta lagu, Pdt. Paulus Timang, M.Th., berharap karya tersebut dapat mengajak setiap orang percaya, khususnya masyarakat Dayak, untuk tetap berpegang kepada Tuhan Yesus Kristus, hidup dalam damai sejahtera, serta mempersembahkan pujian yang lahir dari hati yang telah diselamatkan.
Lebih dari sekadar lagu lomba, “Atiku Anga” menjadi simbol pelestarian bahasa Dayak Kebahan dan seni musik tradisional Kalimantan Barat. Kehadirannya di panggung Pesparawi Nasional XIV menjadi bentuk nyata bahwa kekayaan budaya daerah dapat berpadu harmonis dengan pelayanan musik gerejawi serta menjadi kesaksian iman bagi seluruh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Mengusung semangat “Aku Hendak Memuji Tuhan, Pada Segala Waktu,” penampilan MGN Kabupaten Melawi diharapkan mampu memberikan persembahan terbaik bagi Kalimantan Barat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Dayak Kebahan di tingkat nasional.
Laporan: Bemban Lantik dari Manokwari Papua











