Masyarakat yang bermukim di Kota Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat sampai kini sebagian besar belum menikmati air bersih dari PDAM setempat. <p style="text-align: justify;">"Masih ada 5.323 KK yang belum terlayani air bersih. Masyarakat harus menggunakan air sumur bor dan tadah hujan untuk kebutuhan sehari-hari," kata Direktur PDAM Landak V. Saanan dihubungi di Ngabang, Sabtu.<br /><br />Menurut Saanan, PDAM yang ia pimpin terkendala anggaran sehingga belum mampu mengembangkan secara optimal melayani masyarakat khususnya di ibu kota kabupaten tersebut.<br /><br />"Kita memang masih melayani masyarakat di Kota Ngabang, karena PDAM baru dua tahun dibentuk di Kabupaten Landak ini dan baru mampu melayani 790 konsumen. Kita akan terus mengembangkan jika ada dana," ujarnya.<br /><br />Menurut Saanan, bangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) di jalan Mungguk memang sudah diserahkan kepada Pemerintah kabupaten Landak yang dibangun dari Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Cipta Karya dengan kekuatan 20 liter perdetik berarti bisa mengaliri sekitar 1.500 konsumen.<br /><br />"Pipa jaringan sudah dibangun dan rencana tahun ini akan beroperasi," ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan, saat ini 790 konsumen yang sudah teraliri meliputi sepanjang jalan Desa Raja, pasar Ngabang, terminal, sungai Buluh sebagian, Dusun Tungkul sebagian dan komplek Maniamas.<br /><br />Pihak PDAM akan terus mengembangkan air bersih, seperti pengoperasian IPA yang sudah ada. "Sedangkan sumber air yakni dari Sungai Merasak, sungai Maung dan Sungai Landak," ujar Saanan.<strong> (phs/Ant)</strong></p>










