Kalangan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) se-Kalimantan, berkeinginan agar Joko Santoso tetap menjadi Ketua Umum (Ketum) PBSI. <p style="text-align: justify;">"PBSI di bawah kepemimpinan Joko Santoso menunjukkan kinerja yang baik, misalnya punya program strategis yang belum tuntas, yakni Pemusatan Latinas Nasional (Peltnas) usia remaja," kata Kordinator PBSI se Kalimantan Barlen kepada ANTARA di Banjarmasin, Rabu.<br /><br />Menurut Barlen yang dikenal sebagai Ketua Harian Pemrov PBSI Kalteng tersebut bahwa selain adanya program strategis kepemimpinan Joko Santoso di PBSI dinilai cukup transparan.<br /><br />Melihat kelebihan tersebut wajar jika kepemimpinan Joko Santoso di cabang bulu tangkis dipertahankan pada Musyawarah Nasional (Munas) yang dijadwalkan berlangsung 21013 nanti.<br /><br />Masalahnya, banyak figur yang berkeinginan menduduki puncak jabatan strategis di cabang tersebut, tetapi masih belum meyakinkan dalam kemampuannya.<br /><br />Sebab bila figur lain yang maju dan berhasil menggulingkan Joko Santoso maka kemungkinan program pembinaan akan mulai dari nol lagi, sementara PBSI Joko Santoso sudah jalan, tambahnya.<br /><br />Mengenai kegagalan cabang bulu tangkis dalamarena olimepade itu tak bisa diukur sebagai kegagalan kepengurusan PBSI, masalahnya itu tergantung kemampuan pelatih yang membina para atletnya.<br /><br />Kekurangan atlet Indonesia dibandingkan dengan negara China atau negara lain adalah soal kecepatan dan kemampuan fisik.<br /><br />Kedepannya bila kemampuan fisik dan kecepatan bermain ditingkatkan ditambah dengan mental disiplin,maka pebulutangkis Indonesia akan kembali berjaya sebagaimana sedia kala, demikian Barlen.<strong> (das/ant)</strong></p>










