Banyak pegawai negeri sipil ditempatkan tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang didapat di bangku kuliah sehingga kinerja pemerintahan menjadi tidak profesional. <p style="text-align: justify;">Hal itu disampaikan anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Mustofa Assegaf saat melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Kamis (09/12/2010).<br /><br />Menurut Mustofa, tidak sedikit PNS yang bukan lulusan akuntansi harus mengelola keuangan sehingga mengakibatkan administrasi keuangan tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan.<br /><br />"Permasalahan seperti ini hampir terjadi di seluruh kabupatan dan kota maupun provinsi di Indonesia," katanya.<br /><br />Banyak daerah, kata dia, sangat minim lulusan pendidikan akuntansinya, sehingga terpaksa memanfaatkan PNS yang kemampuan maupun disiplin ilmunya di luar masalah keuangan.<br /><br />Kondisi tersebut, kata dia, bisa mengganggu kinerja administrasi keuangan daerah, sehingga menimbulkan berbagai catatan pada saat dilakukan pemeriksanaan oleh badan pemeriksa keuangan (BPK).<br /><br />Menghindari hal tersebut di atas, kata dia, diharapkan ke depan seluruh daerah termasuk Kalsel menyiapkan tenaga akuntasi yang lebih banyak untuk membenahi dan menangani administrasi keuangan yang ada.<br /><br />Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengatakan, pihaknya segera melakukan kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menyiapkan sumber daya manusia untuk penyusunan laporan keuangan.<br /><br />"Saat ini lembaga internal yang bisa menyiapkan SDM untuk penyusunan laporan keuangan hanyalah BPKP dan kita segera melakukan kerjasama," katanya.<br /><br />Sebagaimana diketahui, untuk memenuhi kebutuhan SDM akuntasi Pemprov Kalsel pada 2010 telah membuka penerimaan CPNS akuntansi sebanyak 30 orang dan merupakan formasi yang terbanyak dibandingkan bidang lainnya.<br /><br />Hal tersebut, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan pegawai yang bertugas menyusun laporan keuangan yang selama ini memamg masih terjadi kekurangan terutama di lingkungan Pemprov Kalsel. <strong>(phs/Ant)</strong></p>










