Pemimpin Bank Indonesia Banjarmasin Khairil Anwar mengatakan, kondisi Perbankan di Provinsi Kalimantan Selatan pada 2011 diprediksi semakin membaik. <p style="text-align: justify;">"Kondisi Perbankan Kalsel pada 2011 diprediksi semakin membaik," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan di sela workshop peningkatan kompetensi wartawan ekonomi Kalsel di Banjarbaru, Senin (27/12/2010). <br /><br />Menurut dia, prediksi membaiknya kondisi Perbankan di Kalsel ditandai ketersediaan dana pihak ketiga yang membaik dan rasio kredit bermasalah yang persentasenya makin menurun. <br /><br />Ia mengatakan, semakin menurun rasio kredit bermasalah di sejumlah bank menandakan semakin membaiknya kondisi Perbankan bersangkutan sehingga segala aktivitas perbankan bisa berjalan lancar. <br /><br />"Rasio kredit bermasalah di sejumlah bank di Kalsel rendah yakni mencapai 2,3 persen dan diperkirakan tidak sampai melampaui angka 5 persen sesuai standar toleransi Bank Indonesia," ungkapnya. <br /><br />Ia juga mengatakan, membaiknya kondisi perbankan di Kalsel turut dipengaruhi permintaan batu bara yang semakin banyak termasuk kinerja sektor pertambangan yang semakin tumbuh dan berkembang. <br /><br />Sesuai data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalsel, persentase pertumbuhan pertambangan batu bara meningkat dimana pada 2009 pertumbuhan mencapai 1,73 persen dan meningkat menjadi 5,24 persen pada 2010. <br /><br />Selama 2010, produksi pertambangan batu bara mengalami peningkatan sebesar 5,24 persen dan jumlah ekspor yang mencapai 3,8 miliar dolar AS sampai dengan bulan September 2010. <br /><br />Ia menambahkan, selain sektor pertambangan berupa batu bara, ekspor hasil perkebunan berupa minyak sawit juga mengalami peningkatan sejak beberapa tahun terakhir dengan pertumbuhan mencapai 6,93 persen. <br /><br />Peningkatan ekspor sawit dalam bentuk crud palm oil (CPO) sampai bulan September 2010 mencapai 321 juta dolar AS dan produksi komoditas karet sebesar 218 juta dolar AS. <br /><br />"Meningkatnya pertumbuhan sektor pertambangan dan perkebunan ditandai semakin tinggi produksi dan nilai ekspor memberikan kontribusi bagi perekonomian sehingga mendorong kondisi perbankan yang semakin membaik," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>










