Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, mengatakan, selama ini, pembangunan Trans Kalimantan terutama untuk poros Selatan banyak "tercecer". <p style="text-align: justify;">Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur usai peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama di Banjarmasin, Senin (03/01/2011). <br /><br />Tercecernya sebagian pembangunan jalan tersebut, kata dia, salah satunya terjadi karena keberadaan Balai Besar Bina Marga untuk empat provinsi di Kalimantan hanya dipusatkan di Kalsel. <br /><br />Balai Besar tersebut, kata dia, membawahi empat provinsi yang memiliki wilayah sangat luas yaitu, Kalimantan Tengah, Selatan, Timur, dan Barat. <br /><br />"Karena wilayah yang terlalu luas, sehingga ada beberapa daerah yang belum tersentuh pembangunan," katanya. <br /><br />Luas wilayah tersebut, kata dia, juga membuat dana yang dialokasikan pemerintah harus terbagi-bagi, sehingga menjadi sangat terbatas. <br /><br />Dengan demikian, kata dia, diharapkan, pembangunan Trans Kalimantan terutama poros Selatan yang dimulai sejak 2008 hingga kini belum selesai. <br /><br />"Selama ini penyelesaian pembangunan Trans Kalimantan terutama poros Selatan selalu tertunda, kami harap pada 2011 ini sudah selesai," katanya. <br /><br />Harapan tersebut disampaikan Gubernur mengingat pada 2011 Kementerian Pekerjaan Umum mendapatkan alokasi dana APBN cukup besar bahkan terbesar dibanding kementerian lain. <br /><br />Sebagaimana disampaikan, khusus Kalsel dan Balai Besar Bina Marga pada 2011 ini mendapatkan alokasi dana APBN sebesar Rp1 triliun. <br /><br />Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Wilayah VII Kalimantan Subagyo, mengatakan ribuan kilometer Jalan Trans-Kalimantan yang menghubungkan perbatasan Malaysia dengan empat provinsi di Pulau Kalimantan belum selesai. <br /><br />Ia mengatakan itu, usai menghadiri penandatanganan kontrak pembangunan dua paket jalan poros selatan di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dananya berasal dari pinjaman Australia di Banjarmasin. <br /><br />"Masih ada ribuan kilometer Jalan Trans-Kalimantan belum terbangun dan beberapa daerah belum tersambung," ungkapnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>











