Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Jakius Sinyor mengatakan, ruas jalan antara Sambas menuju Aruk di perbatasan Indonesia dengan Malaysia mendapat alokasi dana sekitar Rp300 miliar tahun ini. <p style="text-align: justify;">"Dana tersebut untuk memperkuat fungsi jalan di ruas tersebut yang panjangnya sekitar 100 kilometer," kata Jakius Sinyor saat dihubungi di Pontianak, Sabtu (08/01/2011). <br /><br />Ia menambahkan, selain dari APBN, sumber pendanaan untuk ruas jalan tersebut berasal dari Bank Pembangunan Asia. <br /><br />"Dari Bank Pembangunan Asia sekitar Rp175 miliar," kata Jakius Sinyor. <br /><br />Aruk merupakan lokasi Pos Lintas Batas yang akan menjadi pintu resmi keluar masuk barang dan jasa dari dan ke Malaysia di Kabupaten Sambas. <br /><br />Sebelumnya, yang sudah menjadi pintu resmi perbatasan Kalbar berada di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. <br /><br />Pos Lintas Batas Aruk sudah diujicoba pada tanggal 1 Januari lalu oleh Bupati Sambas Burhanuddin A Rasyid. <br /><br />Gubernur Kalbar Cornelis dan rombongan juga sudah memanfaatkan Pos Lintas Batas tersebut dan kembali ke Kalbar melalui Entikong. <br /><br />Sebagian besar ruas jalan dari Sambas ke Aruk kondisinya berupa tanah merah yang licin di waktu hujan. <br /><br />Selain ruas jalan Aruk – Sambas, pemerintah juga mengalokasikan dana untuk sejumlah ruas yang menuju wilayah perbatasan. <br /><br />Salah satunya di Kabupaten Kapuas Hulu dari Kota Putussibau menuju Badau yang berbatasan dengan Lubok Antu, Sarawak. <br /><br />"Alokasi dananya sekitar Rp25 miliar," kata Jakius Sinyor. <br /><br />Ia melanjutkan, ruas jalan ke perbatasan, yakni antara Entikong – Simpang Tanjung juga mendapat alokasi untuk perawatan rutin. <br /><br />Menurut dia, untuk ruas jalan tersebut, relatif lebih baik dibanding lainnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>











