Puluhan kilometer jalan darat yang menghubungkan desa-desa di wilayah pesisir Kutai Timur Kalimantan Timur, saat ini dalam kondisi rusak parah. <p style="text-align: justify;">Sekretaris Fraksi Partai Demokrasi Kebangsan (F-PDK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Timur, Harjuna Ali, di Sangata, Senin mengatakan, kerusakan paling parah terjadi di Desa Takat, Manubar, Tanjung Manis dan Desa Susuk, Kecamatan Sandaran. <br /><br />"Kerusakan jalan yang cukup parah ini sudah berlangsug lama, tetapi belum ada respon pemerintah setempat," katanya. <br /><br />Menurut dia, jalan sudah ada, tetapi tidak bisa dimanfaatkan masyarakat dan tidak bisa dilalui kendaraan karena sudah bertahun-tahun tidak ada perbaikan dan pemeliharaan. <br /><br />Akibatnya warga harus menggunakan kendaraan "ketingting" atau perahu bermesin tempel, atau kapal motor untuk berurusan ke Kantor Kecamatan di Manubar. <br /><br />Harjuna Ali mengatakan, jalan yang rusak itu menghubungkan jalan dari ibukota Kecamatan Sandaran menuju Desa Tanjung Manis kemudian Desa Susuk ke Baijor, kemudian dari Desa Baijor hingga Desa Pulau Miang. <br /><br />Sebetulnya hubungan jalan di beberapa Desa di Kecamatan Sandaran sudah pernah ada. Saat itu dibangun oleh perusahaan PT Hanurata melalui dana "Coorporate Social Responsibility" (CSR). Tetapi rusak dan tidak bisa digunakan warga karena tidak ada perawatan," katanya lagi. <br /><br />Dia mengatakan, proyek jalan di desa tersebut mulai dikerjakan tahun 2010, tetapi perlu dana lanjutan, sehingga akses jalan darat wilayah pesisir bisa terbuka. <br /><br />"Dan tidak lagi menggunakan transportasi laut, yang sangat berisiko," ujar Harjuna Ali. <br /><br />Menurut Harjuna sudah mengusulkan kepada Pemkab Kutai Timur agar jalan tersebut dilanjutkan pembangunannya melalui APBD tahun 2011. <br /><br />"Saya usulkan supaya bisa lanjutkan supaya akses jalan menuju desa-desa terpencil di wilayah pesisir bisa lancar," kata Harjuna yang pada Pemilu 2009 terpilih mewakili Dapil 3 wilayah pesisir. <br /><br />Dia berharap usulan tersebut diakomodir, karena jalan antardesa yang jaraknya puluhan kilometer itu jika terbuka akan memudahkan masyarakat jika berurusan ke kantor Kecamatan di Manubar. <br /><br />Selama ini karena jalan darat tidak bisa dilalui, warga harus melalui laut yang tentu saja waktunya cukup lama dan berisiko tinggi. <br /><br />Kondisi jalan lain yang juga rusak dan perlu perbaikan adalah Desa Selangkau yang menghubungkan Desa SP2 Desa Kaliorang Kecamatan Kaliorang. <br /><br />Jalan sepanjang 12 kilometer itu juga perlu perhatian, sehingga memudahkan masyarakat khususnya petani mengangkut hasil bumi dan hasil pertanian yag ada di desa tersebut. <strong>(das/ant)</strong></p>











